Pecel Lontong, Pecel Puli, Atau Gado-Gado, Semua Asli Pracimantoro

0 69
Kuliner Di Pracimantoro | Foto Baguss

INFOWONOGIRI.COM-PRACIMANTORO- Malam itu, sekira pukul 22.30 Wib saya melakukan perjalanan pulang dari Desa Watangrejo ke Wonogiri Kota, Minggu (4/8/19).

Dalam perjalanan saya rencanakan mampir warung atau hik tepi jalan. Karena sejak pagi, baru makan sekali. Itupun, kebetulan ada pesta rakyat warga kelurahan Wuryorejo seusai kegiatan masal jalan santai & pentas seni dalam rangka “Agustusan”.

Begitu melintas jalan raya Provinsi, pacu kendaraan saya perlambat. Tengok kanan kiri. Mencari warung atau hik. Saya kira, semua pasti menjajakan gorengan, atau makanan siap saji. Sehingga laju kendaraan urung saya hentikan. Cari menu lain.

Sampailah di Dusun Bendungan Desa Tubokarto Kecamatan Pracimantoro. Banyak kendaraan parkir di tepi jalan raya. Banyak berjajar lapak pedagang kaki lima. Di tepi jalan, di pekarangan atau di halaman rumah penduduk. Rupanya sedang ada upacara “Bersih Dusun”. Ada pentas campur sari.

Ada belasan pedagang. Saya memilih pedagang yang paling ujung. Paling tepi. Semua sepi pembeli. Semua pedagang hanya menggunakan lampu tintir atau sentir. Lampu berbahan bakar minyak tanah. Cahayanya temaram. Takmampau menyinari apa yang dijajakan. Sulit membedakan mana tahu isi, tempe goreng, puli goreng, pisang goreng atao yang lainya.

Pedagangnya pun berwajah “dingin”. Maklum malam itu suasana Pracimantoro “mendiding”. Mungkin juga ada yang capek, lelah atau ngantuk juga. Saya coba menghangatkan suasana. ” Tumbas buuuk. Pecele tesih?”. “Wonten mas. Pecel puli, pecel lontong, pecel gendar. Gado gado geh wonten,” jawabnya.

Huhh ternyata pecel lontongnya. Top. Josss! Bumbu kacangnya terasa khas kacang Praci. Aromanya mantap. Pedas manis gurih dan harum. “Apa bumbunya pake penyedap rasa?.

“Mboten mas. Pecel niku bumbone alami. Mboten nate ngagem micin. Mboten sehat. Benten kaleh menu masakan sanese,” jawab Marsih (65th) pedagan