Andi alias Wonri Alias Macan Tewas Ditembak Polisi

0 650

Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati

INFOWONOGIRI.COM-KOTA- Polres Wonogiri berhasil menangkap dan menindak Andri Novian alias Wondri alias Macan (32), seorang residivis penganiayaan dan premanisme yang meresahkan warga di wilayah Wonogiri.


Polisi terpaksa menembak mati warga Lingkungan Bauresan RT4 RW2 Kelurahan Giritirto, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri itu. Karena berusaha melawan dan merebut senjata api milik polisi saat hendak dibawa ke Mapolres Wonogiri.

Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati melalui Wakapolres Wonogiri Kompol Adi Nugroho dan Paur Subbag Humas Aipda Iwan Sumarsono mengatakan, peristiwa itu bermula saat Unit Resmob Polres Wonogiri dipimpin Aiptu Agus Suhartono mendapat laporan masyarakat, Selasa (20/8) sekitar pukul 19.00.

Laporan itu menyatakan, Andri Novian meminta uang keamanan secara paksa kepada karyawan Toko Kartika Wonogiri. Polisi segera mengamankan pelaku. Polisi juga meminta pelaku menunjukkan keberadaan barang bukti pedang yang disimpan di sebelah utara Terminal Angkuta Wonogiri.

Pedang itu pernah digunakan untuk menganiaya anggota Satpol PP Kab. Wonogiri, Sasongko Anugrahadi Hemas, beberapa hari sebelumnya. Ketika tiba di Terminal Angkuta Wonogiri, tersangka justru melarikan diri. Bahkan berusaha merebut senjata api V2 dari petugas.

Karena aksi nekat itu, anggota kepolisian melakukan tindakan tegas dengan menembak sebanyak dua kali ke badan tersangka. Akhirnya, tersangka meninggal dunia di tempat.

Kapolres menyatakan, pelaku sangat meresahkan masyarakat. Indikasinya, banyak laporan kriminal setiap hari yang dilakukan pelaku di berbagai kecamatan. “Banyak komentar netizen di media sosial yang mendukung tindakan polisi. Maka kami tindak tegas dan terukur,” kata Kapolres.

Tindakan tegas aparat kepolisian terhadap premanisme itu mendapat apresiasi dari sejumlah warga. Sejumlah netizen di media sosial menyatakan dukungannya terhadap tindakan tegas kepolisian. Pemilik akun facebook bernama Dhidhit Sora Jalu SorengPati mengatakan, “Semoga diampuni segala dosanya dan semoga Wonogiri kondusif tidak ada lagi aksi premanisme ‘minta jatah’. Terima kasih pak polisi,”. Akun bernama Wahyu diyanto menuliskan, “Setuju, tumpas premanisme di bumi pertiwi,” katanya.

Akun bernama Ummu Syifa Mumtaza menulis, “Ya Alloh belum sempat tobat udah didor polisi. Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosanya. Kalau melihat orangnya seperti orang santun, tapi ternyata mengerikan berdarah dingin. Dulu pernah ngajak saudaraku mbegal orang di gunung gandul. Akhirnya saudaraku dan dia masuk penjara. Malah di penjara masih bunuh orang. Mungkin dengan jalan didor cara menghentikan aksi premanismenya,”. baguss/rilliwn)