Potensi Tambang di Puhpelem Masih Ada 19 Hektar

0 178
Pengolahan batu di purwantoro | Foto Bagus

INFOWONOGIRI.COM-PUHPELEM-Kemudian IW, melanjutkan ke lokasi tambang industry. Di sana masih terdapat belasan truk tampak antri diisi pasir mengngunakan excavator. Ada tiga excavator yang tampak dioperasikan. Menurut Waji (38th) warga Puhpelem, di Nguneng ada dua pemilik lahan tambang industry yang saat itu beroperasi.

Yaitu milik CV Putra Anugrah (PA) dan CV Bina Karya. Amri Yahya selaku General Manajer CV. PA mengatakan, lembaga usahanya telah mengantongi ijin sebagai suplayer material. Perusahaanya berdiri sejak tahun 2010 berkantor di Dusun Kangkungan Desa Pohijo Kecamatan Sampung Kab. Ponorogo Jatim.

CV. PA melayani material berupa pasir, batu, brongkol (limbah ayakan pasir) untuk bahan baku industri penggiling batu (Bejing Plan) dan pembangunan infrastruktur. Selain menjual bahan baku, CV. PA juga mengolah batu dan brongkol untuk perusahaan sendiri. Yaitu untuk memenuhi industry redi mix.

CV. PA bahkan telah memiliki dua area pertambangan. Yaitu di Desa Sayutan Kec. Parang Kab. Magetan Jatim dan di Desa Nguneng Kec. Puhpelem Kab. Wonogiri Jateng. Meski begitu, Amri mengatakan, bahwa lahan tambang adalah milik rakyat. Ada yang telah dibeli. Ada yang disewa. “tergantung permintaan,” kata Amri.

Menurut Amri, petani atau pemilik lahan tambang rata rata menjual pasir seharga Rp.50.000 rit. Menurut versi Waji, harga sewa bisa mencapai Rp.750 juta dengan luas tambang sekotak atau sepetak, selama kurun waktu ditambang. “Kira kira 2.500 meter persegi,” kata Waji. Namun pemilik lahan tambang yang menyewakan ia tidak mengetahui.

Kembali kepada Amri Yahya. Pengelola tambang idustri mempunyai tanggungjawab mengembalikan lahan (reklamasi). Dengan harapan pasca ditambang, setelah dikembalikan ke pemilik bisa dimanfaatkan untuk pertanian. “Di sini rata rata lahan masih petuk C dan petuk D,” kata Amri. Potensi tambang di Puhpelem ada 19 hektar di Jatim 28 hektar.

Dari seluas 19 hektar, di Puhpelem baru ditambang kurang lebih 3,5 hektar. Demikian juga yang ada di wilayah Jatim, juga baru tergarap kurang lebih 4 hektar. (baguss)