KH. Arifin; Bupati Kecewa Dengan Takmir Baru Masjid At Taqwa

0 1.240
Bendahara dan takmir masjid sedang menghitung infaq jamaah sholat Jumat 5/7/19 di masjid Taqwa Wonogiri

INFOWONOGIRI.COM-KOTA-Beberapa tahun setelah Pemda Wonogiri dipimpin Bupati Joko Sutopo – Wakil Bupati Edi Santosa, pengelolaan Masjid Agung At-Taqwa diambil alih pemerintah daerah, karena sebagian adalah “asset” pemerintah.


Takmir Masjid Taqwa dikelola oleh pengurus baru. Mayoritas “wajah baru”. Diketuai oleh Subadi yang juga Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Wonogiri. Hanya ada beberapa pengurus lama yang masuk dalam pengurus saat ini.

Pada Jumat (5/7/19) digelar Halal Bi Halal dan Rapat Takmir di RM Saraswati Brumbung Selogiri. Rapat dipimpin oleh H. Subadi, didampingi H. Sutrisno, H. Mubarok selaku sesepuh dan H. Haryadi selaku Sekretaris II Takmir, sekaligus pembawa acara. Hadir pula KH. Syaifudin Arifin, para kiyai dan ustadz serta puluhan pengurus lain.

Subadi mengingatkan agar pengurus takmir kompak sekaligus meminta saran. “Kita ditugasi bapak Bupati, dapat SK dari Bupati. Tugas kita, ibarat sepeda onthel. Ada ban dalam, ban luar, ada velk, ruji dan pentil. Semua bermanfaat. Mohon kebersamaan dan kompak agar bermakna. Ingat tugas kita. Jangan dikira masjid ini milik pak Badi (Subadi ‘red),” katanya.

Setelah beberapa pengurus lain menyampaikan usulan, giliran KH. Syaifudin Arifin menyampaikan saran. “Kemarin, kebetulan saya ketemu Pak Bupati. Beliau kalo boleh cethoagak gelo. Yaitu setelah takmir dipegang pengurus baru,” kata KH. Arifin Al-Hafidz.

Ada beberapa point disampaikan beliau. Yaitu 1) Saat ini tidak ada bulletin, saat bulan Romadhan. 2) Jadwal pengisi kultum hamper semua tidak hadir, 100 % ini jadi sorotan besar. 3) Masalah imam, ada tiga imam sholat rowatib agar diatur, jangan sampai ada yang kosong. 4) Segera dibentuk panitia Idul Qurban, agar tidak terulang kembali seperti Idul Fitri.

“Usahakan buat beliau senang dulu. Kalau diambilkan dari ustadz dari luar, bendahara siyap atau tidak?. Soal keamanan beri ketegasan. Harus ada jam tutup. Jangan bisa keluar masuk,” tambahnya.

Atas saran tersebut, Subadi bisa menerimanya. Beliau mengingatkan KH. Arifin, hal lain tidak perlu disampaikan semua dalam forum tersebut. Disarankan disampaikan dalam forum lain, sekaligus akan dibahas solusinya besama pengurus tertentu. (baguss)