Harga Sewa Lahan Tambang di Nguneng Mencapai Rp.750 Juta

0 212
Aktifitas penambangan batu di wilyak kec.Puhpelem | Foto baguss

INFOWONOGIRI.COM-PUHPELEM-Salah satu potensi kekayaan alam di bidang pertambangan di Kabupaten Wonogiri, ada di wilayah Kecamatan Puhpelem. Yaitu di wilayah tapal batas dengan Kabupaten Magetan dan Ponorogo Jawa Timur (Jatim). Tepatnya di Desa Nguneng Kecamatan Puhpelem.


Pada Kamis (16/7/19) kemarin INFOWONOGIRI (IW) mengunjungi lokasi yang berbatasan dengan Desa Jeruk Kabupaten Magetan itu. Dari Wonogiri kota ke timur membutuhkan waktu dua jam. Bisa melalui pertigaan SPBU Koripan Slogohimo belok ke utara arah Bulukerto. Atau dari pertigaan Purwantoro ke utara arah Bulukerto lalu ke timur arah Puhpelem.

Team IW melalui Purwantoro menggunakan kendaraan Roda Empat (R4), sampai di Kecamatan Puhpelem sekira pukul 17.00 Wib. Untuk sampai di lokasi tambang, IW “memanfaatkan jasa kebaikan” teman untuk mengantarkan dengan sepeda motornya. Karena jika menggunakan kendaraan MPV/SUV tua maka tidak mampu sampai ke lokasi. Selain jalan rusak, juga tanjakan terjal.


Dengan sepeda motor, sampai ke lokasi tambang dapat ditempuh sekira 20 menit. Meski senja mulai tenggelam, masih ada aktifitas pertambangan. Baik penambang manual atau tambang rakyat. Maupun tambang industry atau penambang yang menggunakan alat modern. Seperti, excavator, buldoser dan alat angkut lainnya.


Kali pertama bertemu dengan seorang penambang bernama Muhtar (46th) warga Dusun Tenggar Rt 04 Rw 02 Desa Sayutan Kecamatan Parang Kabupaten Magetan Jatim. Dengan menambang manual di wilayah Desa Ngoneng, Puhpelem, Wonogiri Jateng. Dia menggunakan cangkul, gancu, linggis besar untuk melubangi bumi.

Posisinya biasanya pada tanah pekarangan miring atau tebing. Cara melubanginya menyamping. Sedikit demi sedikit akan tercipta lubang yang menyerupai goa atau terowongan, dengan ukuran kecil. Goa itu tercipta mana kala lahan tersebut terdapat pasir bagus. Semakin banyak pasrinya, maka goa akan semakin diper lebar.

Muhtar sendirian menambang di lokasi. Katanya lahan itu milik pribadi. Dalam sehari, dia mampu mengumpulkan pasir kira kira penuh satu bak mobil picup. “Saya jual Rp.160 ribu,” kata pria yang telah menambang puluhan tahun ini. Selain dia ada banyak penambang rakyat asal Jatim maupun asal Jateng. Namun para pekerja telah pulang. (baguss-bersambung-baca berita berjudul; Potensi Tambang di Puhpelem Masih Ada 19 Hektar. (baguss)

error: Content is protected !!