Menjelang Pengeroyokan, Kasatreskrim Pamit Bupati

0 629
deklarasi dan penandatangan kesepakatan | Foto Istimewa

INFOWONOGIRI.COM-KOTA-Hari esok adalah misteri. Pun tidak ada satu orang bisa mengetahui apa yang akan terjadi.

Seperti insiden yang menimpa Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP Aditya Mulya Ramadhani SIK.MIK, Kamis (9/5/19) di wilayah Sudimoro Sidoharjo Wonogiri.

Pada tengah malam sekira pukul 00.45, Kasatreskrim menjadi sasaran “amuk masa” saat bertugas mengamankan konvoi ribuan massa perguruan beladiri.

Lima hari sebelum insiden itu, Kasatreskrim menemui Joko Sutopo di Rumah Dinasnya. “Lima hari sebelumnya, Bapak Aditya datang ke ruang kerja saya. Dia menceritakan, Pejabat lain tidak melirik ke Wonogiri. Dia malah mengaku kerasan. Namun kemudian pamitan karena akan mendapat tugas di Semarang,” kata Joko Sutopo, Selasa (14/5/19) saat sambutan acara Silaturahmi & Buka Bersama, Forkompinda, Tokoh Ormas, Politik dan Beladiri se Kabupaten Wonogiri, di RM Saraswati Jl RM Said Wonogiri.

“Saya sampai merinding,” katanya. Diceritakan, Kasatreskrim kelahiran ’84 itu memiliki karir cemerlang. Masih muda. Tiga anaknya masih kecil-kecil. Masa depan karir masih panjang. Untuk itu, para pendekar diminta berpikir, seandainya peristiwa itu menimpa keluarga hadirin. “Semisal Pak Aditya bagian dari keluarga kita, betapa remuknya, karirnya yang cemerlang,” katanya.

Karena itu, Joko Sutopo mengajak para pendekar mawasdiri. Tujuanya bisa rekonsiliasi untuk menjaga kondusifitas Wonogiri. Tidak sebatas tanda tangan dan pernyataan sikap. Tetapi harus terwujud nyata. Kedepan malam kelam dan mencekam tidak boleh terulang. Atas nama kelompok, harga diri atau marwah apapun. Joko Sutopo memastikan kedepan Wonogiri aman. Bahkan dia bersedia disuruh melakukan apapun demi keamanan dan ketertiban.

Sudah seharusnya, teknologi informasi dan HP bisa bermanfaat bagi orang lain. Bukan malah merugikan orang lain. menimbulkan kerugian. Ia mengajak hadirin mengeroyok kemiskikinan, agar kemiskinan menurun. Bukan kepentingan egoisme atau kelompok. Kalau ini yang terjadi hanya akan meninggalkan luka. Maka dibutuhkan soliditas untuk menurunkan tensi. Sehinga terwujud situasi Wonogiri yang aman nyaman dan kondusif.

Hadir perwakilan dari Polres, Kodim, Kejari, PN, dan jajaran memberikan sambutan, sebelumnya. Usai sambutan, dilanjutkan pembacaan, deklarasi dan penandatangan kesepakatan. Juga dilakukan sholat ghoib untuk 600-an penyelenggara pemilu yang meninggal. Juga doa untuk kesembuhan Kasatreskrim. (baguss)