Ketua IDI Wonogiri Dituntut 5 Bulan Penjara & Denda Rp.100 Juta

0 1.279

dr H. Martanto dan Pengacaranya

INFOWONOGIRI.COM-SELOGIRI-Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Wonogiri, dr H. Martanto dituntut 5 bulan pidana penjara dan denda Rp.100 juta subsider satu bulan pidana pengganti, bila denda tidak dibayarkan ke negara, maka terdakwa wajib menjalani penjara tambahan selama sebulan. Tuntutan itu dikurangi masa tahanan, kurang lebih 1,5 – 2 bulan.

Tututan itu dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bagyo Mulyono dan Beny Prihatmo dalam sidang ke 16 Selasa (14/5/19) di Pengadilan Negeri Wonogiri.

Sidang dipimpin Ketua Hakim Lingga Setyawan didampingi hakim anggota Ni Kadek Ayu Ismadewi dan Bunga Lilly. Hadir terdakwa dr Martanto didampingi pengacaranya Sugiono, tampa kehadiran M. Taufik dan Purwanto.

dr Martanto dinyatakan cukup bukti telah melanggar pasal 28 ayat (2) pasal 54A UU No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Menurut pengacara negara semua fakta hukum telah terungkap dalam persidangan. Bahwa perbuatan dr H. Martanto mengunggah “Meme PDI Perjuangan Tidak Butuh Suara Umat Islam bergambar foto Megawati Soekarno Putri, foto logo PDIP, Golkar, PKB, PPP, Nasdem, Perindo, Hanura,” telah memenuhi unsur tindak pidana, unsur setiap orang, unsur dengan sengaja, unsur transaksi elektronik, unsur suku agama ras dan antar golongan (Sara).

JPU juga menuntut agar Tab merk Sammung milik warga Donoharjo Wuryorejo Wonogiri itu dimusnahkan. Sedangkan HP Xiomi milik saksi dr Adhi Dharna dikembalikan kepada Kepala DKK Wonogiri itu. Terdakwa juga wajib membayar biaya perkara Rp.5 ribu ke PN Wonogiri.

Pada kesempatan itu, majlis hakim memberikaan kesempatan terdakwa dan pengacaranya untuk memberikan tanggapan menerima/menolak. Pada kesempatan itu dr Martanto menyerahkan surat jawaban pelapor kasus ini, yaitu Setyo Sukarno skretaris DPC PDIP dan juga Ketua DPC PDIP Wonogiri.

“Benar surat ini kami terima. Kami berikan konsiliasi. Kami ingin perkara ringan seperti ini bisa dimaafkan. Orang Islam harus saling memaafkan. Bukan dikit-dikit lapor. Dikit-dikit sidang. Merepotkan kita semua. Tapi ini surat baru jawaban telah menerima surat permohonan maaf. Tapi belum ada jawaban apakah pelapor memaafkan atau tidak. Tetap kita kasih kesempatan sebelum ada vonis,” kata Lingga.

Majlis hakim masih memberikan kesempatan terdakwa untuk melakukan pembelaan. Sidang ditinda Senin (20/5/29). (baguss)