Ini Kesalahan -Fatal- Ketua IDI Kabupaten Wonogiri

0 852

INFOWONOGIRI.COM-KOTA-Ada beberapa kesalahan sehingga Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Wonogiri, dr H. Martanto diadili, dengan dakwaan melanggar pasal 28 ayat (2) dan pasal 54 A UU No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik).

Pertama dr Martanto dianggap secara sadar memosting meme bertuliskan “PDIP Tidak Butuh Umat Islam” dengan gambar Foto Megawati Soekarno Putri, berlogo PDIP, Golkar, Nasdem, PPP, dan PKB.

dr Martanto mengakui meme itu tidak benar alias hoax. Dr Martanto tahu itu mendiskreditkan orang/kelompok lain. Meme itu juga diakui mendiskreditkan sebagian orang islam.

Kesalahan pertama itu mungkin tidak akan berlarut-larut manakala dr Martanto tidak melakukan kesalahan kedua. Yaitu, warga Perumahan PBS Donoharjo Wuryorejo Wonogiri itu tidak meeminta maaf kepada pihak yang didiskreditkan.

Itu semua terungkap dan terekam dalam sidang ke 15 kalinya Selasa (7/5/19) di Pengadilan Negeri Wonogiri. Sidang dengan dua agenda, yaitu pemeriksaan ahli ITE dan Terdakwa. Sidang hampir berjalan selama tiga jam, mulai pukul 11.00 s/d 13.45 Wib.

Sidang dipimpin Hakim Ketua Lingga Setyawan Ni Kadek Ayu dan Bunga Lilly. Hadir Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bagyo Mulyono dan Benny. Terdakwa dr Martanto hadir didampingi penasehat hukumnya (PH) M. Taufik dan Sugiono. Tampak hadir keluarga, kerabat, sahabat dan handaitolan.

dr Martanto memosting meme itu ke WAG Keluarga IDI jumlag anggota 158 dokter (paramedis). Diposting pertengahan Januari 2018. Sekira selang sebulan dr Martanto dilaporkan ke Polisi oleh Setyo Sukarno, Sekjen DPC PDIP Wonogiri – Ketua DPRD Wonogiri. Pada bulan Mei 2018 dr Martanto ditetapkan sebagai tersangka.

Pada kurun waktu Januari – Mei sama sekali dr Martanto meminta maaf, kepada kubu “lawan”. Namun dr Martanto menyatkan pernah berupaya meminta tolong Kasat Intel Polres Wonogiri AKP Sihono untuk menjadi mediator agar laporanya tidak diproses. Melalui kerabat dan sahabat IDI juga pernah berupaya meminta maaf. “Tapi saya tidak tahu realisasinya,” katanya.

Upaya nyata permohonan maaf dr Martanto hanya disampaikan dalam grup WA Keluarga IDI Wonogiri. Karena itu majlis hakim menyarankan agar terdakwa menyampaikan maaf langaung kepada kubu pelapor sebelum putusan digedok. JPU mengusulkan sidang tuntutan akan disampaikan Selasa (14/5/19) mendatang. (baguss)