Mereka Bikin Aturan, Mereka Sosialisasikan. Siapa yang Melanggar?

0 302
Rapat Koordinasi Sukses Pemilu 2019, | foto Istimewa

INFOWONOGIRI.COM-KOTA-Baru baru ini digelar Rapat Koordinasi Sukses Pemilu 2019, Selasa (2/4/19) di Ruang Kahyangan Pemda Wonogiri. Rakor dihadiri pejabat Forkompinda. Hadir pula Ketua KPU dan Bawaslu Kabupaten Wonogiri.

Dalam rakor, intinya disepakati semua pihak untuk turut menyukseskan Pemilu 2019 yang Luber dan Jurdil sehingga melahirkan pemimpin yang berkwalitas dan Demokratis.

Antara lain semua pihak harus turut menjaga Kamtibmas, menjaga netralitas pejabat ASN, TNI dan Polri. Hadir Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati, Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf M.Heri Amrrulloh, Sekda Kabupaten Wonogiri Suharno, Ketua KPUD Wonogiri Toto Sih Setyo, Ketua Bawaslu Wonogiri Ali Mahbub, Kepala Kejaksaan Negeri Wonogiri Dodi Budi Kelana yang diwakili oleh Kasi Pidum dan undangan.

Ketua KPU menyatakan saat ini telah siap menyelenggarakan Pemilu 2019. Ada 5 surat suara yang harus dipilih. Ketentuan hak suara berdasarkan e-KTP. Sedangkab jumlah pemilih per TPS maksimal 300 pemilih.

Di masa kampanye dan hari tenang, semua masyarakat wajib mengawasi Pemilu. Ketua Bawaslu Ali Mahbub menjelaskan tugas Bawaslu adalah mengawasi, melakukan pencegahan dan penindakan pelanggar Pemilu 2019.

Pada massa tenang, semua APK harus diturunkan. “Money politik kita antisipasi karena jadi kendala Pemilu,” katanya.

Terdapat 1.662 kampanye terbatas, kampanye tatap muka sebanyak 56 kegiatan, kampanye dalam bentuk lain 50 kegiatan.

“Jaga Kamtibmas. Kami harap semua elemen menyebarkan kerukunan, toleransi dan jaga persatuan, demi Kamtibmas Wonogiri. Sehingga tercipta Pemilu damai, aman dan sejuk,” katanya.

Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf M. Heri Amrrulloh mengatakan tugas pokok TNI dalam Pemilu adalah membantu Polri mengamankan Pemilu 2019.

Dandim yakin, kondisi Wonogiri selalu disampaikan aman dan damai kepada pimpinan. “Mari sukseskan Pemilu. Jangan golput,” tegasnya.

Heri meyakini TNI sebagai alat negara 100 % netral.

Di tahun politik menjelang Pileg dan Pilpres 17 April, yang tersisa beberapa hari. Banyak peraturan daerah dan pusat telah disosialisasikan. Siapapun harus patuh.

Tetapi mari pelajari apa yang terjadi pada waktu yang lalu. Mari kita cermati apa yang sedang terjadi saat ini. Agar tidak terulang di masa mendatang, terutama hal negatif. Pelanggaran banyak terjadi tampa tampa ditindak. Pelanggaran justru banyak dilakukan pembuat aturan, atau paling tidak paham aturan.(baguss)