Buntut Aksi Demo di KPU, Kader Ansor Diklarifikasi

0 488

Kaos Putih Sunarto diapit Pengurus GP Ansor Kabupaten Wonogiri | Foto Baguss

INFOWONOGIRI.COM-SELOGIRI-Aksi unjukrasa di KPU Wonogiri berbuntut. Seorang kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor dipanggil untuk diklarifikasi dan diminta bertanggung jawab, pada Selasa (23/4/19) di Kantor Pimpinan Cabang NU Kabupaten Wonogiri.

Dia adalah Sunarto alias Muhammad Shodiq (40th) warga Kabupaten Demak. Dia mengaku sebagai seorang Kader GP Ansor “kawak”.

Dia dipanggil oleh Ketua GP Ansor Handoko, yang didampingi Komandan Ansor Dwi Saputro (Ipud), Ketua Anak Cabang Kecamatan Pracimantoro Riyadi. Pengurus GP Ansor Wonogiri menganggap tindakan Sunarto merugikan nama baik Ansor Wonogiri, dan bertolak belakang dengan Sikap dan Pernyataan GP Ansor Wonogiri, dalam hal netralitas pada Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden April 2019. GP Ansor Wonogiri telah mendeklarasikan diri netral.

Sunarto secara jujur mengakui telah berbuat salah. Kesalahan itu tidak disadarinya, atau tidak disengaja. Untuk itu ia meminta maaf. Permintaan maaf disampaikan secara lisan dan tulisan bermaterai Rp.6000.

“Kesalahan itu saya memakai baju Ansor. Saya baru sadar setelah terjadi. Untuk itu saya meminta maaf. Perbuatan itu atas nama pribadi, bukan organisasi Ansor maupun Banser. Saya sendiri anghota Ansor Demak. Saya siap dijatuhi sangsi apapun. Sekali lagi saya minta maaf,” katanya.

Dia diklarifikasi, atas perbuatanya atau tindakanya melakukan aksi unjukrasa di Kantor KPU Kabupaten Wonogiri, Senin (22/4/29) lalu. Aksi dalam bentuk ritual tabur bunga, bakar kemenyan dan sholat.

Dimana, pada waktu itu, Sunarto ikut terlibat dalam aksi dengan mengenakan pakaian kebesaran GP Ansor. Dia melakukan ritual ibadah sholat di jalan di depan kantor KPU.

Aksi itu terkait kesalahan KPU Wonogiri memasang pengumuman Daftar Calon Tetap di papan informasi di TPS di Dapil 5 Pracimantork. Tiga foto Caleg Partai Berkarya Sariman, Suharmi dan Muhammad Jainudin Sutomo dipasang foto orang lain. (baguss)