Bocorannya, Permohonan Bebas Dokter Martanto Ditolak Hakim

0 596
dr.H Martanto dan pengacaranya M Taufik | Foto istimewa

INFOWONOGIRI.COM-SELOGIRI-Besar kemungkinan terdakwa kasus UU ITE dr H. Martanto tidak bisa menjalani puasa Romadhan di luar penjara. Bahkan diperkirakan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Wonogiri itu akan berlebaran di dalam Rutan Wonogiri.

Apa pasal? Lantaran permohonan pengalihan penahanan yang diajukan penasehat hukumnya (PH) ditolak Ketua Pengadilan Negeri (PN) Wonogiri. Sayang kabar itu belum mendapatkan konfirmasi langsung dari Ketua PN Wonogiri.

Humas PN Wonogiri Lingga Setyawan sekaligus Ketua Majlis Hakim sudah dikonfirmasi. Begini keteranganya. “Mohon maaf bapak, saya gak bisa menjawab ke media. Masalah pengalihan atau perpanjangan penahanan. Soalnya itu baru bisa dijawab setelah ada pertanyaan di persidangan. Kalau pihak terdakwa atau penasehat hukumnya tanya di persidangan baru saya jawab,” kata Lingga, Senin (29/4/19).

Sementara itu, terpisah, PH terdakwa, M. Taufik menjelaskan, bahwa pihaknya telah mendapatkan informasi, bahwa permohonan pengalihan penahanan ditolak majlis hakim.

Buktinya yaitu, sudah ada penetapan perpanjangan penahanan terhadap warga Perum PBS Donoharjo Wuryorejo Wonogiri itu. “Jawabanya ditolak. Buktinya sudah ada penetapan perpanjangan penahanan sampai tanggal 4 Juni 2019,” kata M Taufik.

Dr. H. Martanto ditahan bersasarkan ketetapan Majlis Hakim PN Wonogiri. Atas tuduhan melanggar UU ITE, diatur dalam Pasal 28 ayat (2) junkto Pas 45A UU No 19 tahun 2016, tentang perubahan atas UU No 11 tahun 2008 tentang ITE.

Sidang akan berlanjut Selasa (30/4/19) dengan agendanya pemeriksaan saksi Ahli Pidana dan Ahli ITE yang diusulkan kubu terdakwa. Dr H Martanto dipidanakan lantaran mengunggah “meme” bergambar Ketua Umum PDI Perjuangan bertuliskan “PDIP Tidak Butuh Suara Umat Islam” lengkap dengan logo partai dan foto Megawati dan Parpol Koalisi. (baguss)