Sudah Beroperasi 17 Tahun, Industri Ternak Ayam Belum Berijin

0 85
kandang ayam terindikasi belum mengantongi ijin mendirikan bangunan (IMB), Ijin Lingkungan (HO), Ijin Usaha Peternakan (IUP), dan lainnya.

INFOWONOGIRI.COM-JATIPURNO-Di wilayaj Kecamatan Jatiputno terdapat industri ternak ayam pedaging. Atau ayam satur, atau penggemukan ayam.

Infustri “ayam sayur” itu adalah milik Suparno warga Dusun Kandenan Rt 01 Rw 04 Jatipurwo Kec Jatipurno. Dibangun di atas lahan milik orang tuanya. Industri ayam sayur ini sejak tahun 2002. Sampai saat ini terhitung 17 tahun.

Awalnya, hanya satu kandang kapasitas sekira 3000 ekor. Seiring perkembangan jaman, usaha ayam sayur itu mengalami kemajuan. Kini telah dibangun tiga unit kandang semi modern. Kapasitas 18.000 s/d 20.000 ekor. Berdinding hebel, semi permanen, dan dilengkapi enam unit blower.

Namun sampai saat ini, usaha itu terindikasi belum mengantongi ijin mendirikan bangunan (IMB), Ijin Lingkungan (HO), Ijin Usaha Peternakan (IUP), dan lainnya.

terindikasi belum mengantongi ijin mendirikan bangunan (IMB), Ijin Lingkungan (HO), Ijin Usaha Peternakan (IUP), dan lainnya.

Belakangan, belasan tetangga terdekat memprotes. Lantaran tidak kuat menahan bau busuk dari kotoran ayam, dan polusi asap yang keluar dari cerobong. Antara lain tetangga di sebelah Barat adalah Taryanto, Taryono, Suyati, Triharmini, Agus Pratikno. Sisi Utara Suparto, Tamin Haryanto, Setiyono, Tronjol. Sisi Selatan ada Jumini Widodo, dan Mardi. Jarak mereka dengan kandang kurang dari 10 meter.

Awalnya diam. Tidak protes. Lantaran sungkan dan tenggang rasa. Kini akhirnya mereka memprotesnya. Karena kotorannya menimbulkan bau menyengat. Blower menimbulkan suara bising. Dari cerobongnya keluar debu dan asap yang menimbulkan polusi udara.

Ramto Dirjo dan Taryanto

“Warga tetangga ada yang pro. Karena saudaranya, atau karena bekerja di sana. Tapi juga banyak yang kontra. Saat nambah bangunan kandang ayam tidak ada musyawarah,” kata Ramto Dirjo mendampingi Taryanto terdampak. Masalah ini pernah dibahas di Desa dan Kecamatan, namun tidak ada kesepakatan.

Camat Jatipurno Suradi dan Kades Tawangrejo Suradi (nama camat dan kades sama) memutuskan agar pemilik usaha agar mengurus ijin dulu, sebelum dilanjutkan. Namun pada tanggal 12 Maret lalu, pemiliknya telah mengisi lagi kandangnya dengan jumlah +- 18.500 ekor. Alasanya untuk kelengkapan uji laboratorium.

Camat, Kapolsek dan Kades setempat telah dikonfirmasi. Mereka senada menyebutkan usaha ternak ayam itu belum memiliki ijin. Sementara Suparno tidak menjawab klarifikasi wartawan. (baguss)