Wanita Tua Ini Memikatku Mendekat

0 233

Mbah Sirah Penjual Marning keliling | Foto Bagus

INFOWONOGIRI.COM-KOTA-Suatu ketika, pagi hari, sekira pukul 08.00 Wib, saya berdiri di trotoar di Terminal Bayangan di Wonogiri Kota.

Saya duduk di teras sebuah toko kelontong. Sambil menuggu kedatangan teman, saya mengamati aneka panganan dan minuman kemasan yang dijajakan.

Saya tidak sedang berpikir untuk membelinya. Tetapi saya menggagas puluhan jenis panganan dan minuman di toko kelontong itu adalah makanan siap saji. Produksi industri.

Tiba-tiba melintas seorang nenek (wanita tua) menjajakan makanan khas kampung. Khas ndeso. Yaitu kacang goreng berkulit ari. Kacang bawang tampa kulit ari. Marning (jagung goreng) tapi bukan pop corn, dan kedelai goreng. Itu saja tidak ada yang lain. Semua dibungkus rapi dengan plastik bening. Rapi. Tampak jelas isinya. Bahkan bulir-bulir garam pada kacang goreng terlihat.

“Mbah gendong menopo niku/Mbah bawa apa itu?” tanyaku menghentikan langkahnya. “Dagangan mas” jawabnya singkat, tampa promosi. Nenek berkulit coklat tua itu menoleh. Lalu melemparkan senyum. Sumeh.

“Bade disade teng pundi / mau dijual kemana,” tanyaku sedikit menggoda. Tidak ada kata jawab dari mulutnya. Tetapi nenek berkerudung itu mendekatiku sambil tertawa renyah. Aku juga mendekatinya.

“Dalem e pundi/rumah tinggal di mana,?” tanyaku. “Pokoh mas, caket Pom Bensin ngidul/dekat Pom Bensin ke Selatan,” jawabnya sambil terus tersenyum.

Saya sengaja belum tanya soal daganganya. Saya justru bertanya namanya. “Mbah Sirah mas. Bade wagati menopo toh mas/ada keperluan apa sih,?” jawabnya seperti mulai waspada.

Lalu, saya dicolek seseorang dari belakang. Ternyata teman yang aku tunggu telah datang. Lalu saya mengambil sebungkus kacang goreng, kacang bawang. Pinten mbah? Kacang goreng Rp.5000, kacang bawang Rp.5000, marning Rp.3000, dan kedelai Rp.3000. Matursuwun mbah. Assalaamualaikum WrWb. “Suwuuuun. Hati-hati mas,” sambil melambaikan tangan, seperti seorang nenek pada cucunya. (baguss)