Terdakwa Caleg Geridra Kembali Gunakan Surat Sakti

0 239

JPU kasus Rahmat Mujiono: Tri Margono | Foto baguss

INFOWONOGIRI.COM-KOTA-Lembaga penegak hukum di Kabupaten Wonogiri kembali “terperdaya” oleh seorang terdakwa kasus tindak pidana umum (pidum) Rahmat Mujiono.

Caleg DPRRI Grindra Dapil Jateng 4 itu tidak hadir tiga kali dalam persidangan di Kantor PN Wonogiri. Dua kali diantaaranya, warga Slogohimo itu menggunakan surat sakti berupa surat keterangan dari dokter Puskesmas Slogohimo.

Sehingga Majlis Hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkendala memeriksa saksi dan terdakwa dalam perkara ini. Rahmat Mujiono didakwa pasal 167 KUHP tentang Memaksa Memasuki Rumah Orang Lain Tampa Hak.

Rumah toko itu berlokasi di Kota Kecamatan Slogohimo, tepat di sisi timur terminal dan pasar Slogohimo. Ruko iti adalah rumah milik Suwarti/Warti pengusaha asal Tambakmerang Kec. Girimarto.

Riwayatnya rumah itu adalah milik Rahmat Mujiono. Namun karena terjerat bank ribawi, rumah itu disita bank dan dilelang terbuka. Pemenang lelang adalah Suwarti. Pasca diekakusi PN Wonogiri, Rahmat Mujiono melakukan perusakan Ruko itu dan menempatinya secara paksa. Suwarti tidak terima. Laporan polisi. Jadilah perkara ini.

Berkas perkara ini ditangani JPU Tri Margono. Dia membenarkan terdakwa tidak hadir pada sidang Selasa (12/2/29) dengan agenda pemeriksaan empat orang saksi. Untuk nama nama saksi, JPU belum berkenan menyebutnya.

“Tidak hadir karena terdakwa sakit. Pernah dua kali tidak hadir,” kata Tri Margono. Surat keterangan tidak sakit diberikan oleh doktet Puskesmas. Namun Tri Margono tidak mengingatnya. Lantaran surat itu telah diserahkan majlis hakim.

Wakil Ketua PN Wonogiri Lingga Setyawan sekaligus sebagai Ketua Majlis sidang perkara itu, sempat menyebut surat keterangan sakit sebagai “Surat Sakti”.

Surat keterangan sakit, kata Lingga, ditandatangani oleh dokter Puskesmas Slogohimo bernama Inggit Wulan. Surat sakti itu digunakan pada agenda sidang ke 7.

Disebutkan dalam surat sakti itu, Dokter Memberikan Waktu Istirahat Tiga hari, terhitung sejak hari itu. Jika hal itu terulang kembali, hakim mengingatkan agar JPU memanggil dokternya, untuk dimintai keterangan. (baguss)