PO Agra Mas Tidak Mau Bayar Pesangon Supir Langsir

0 170

Mediator Sidang Bipartit antara PO Agra Mas – Supir Langsir | Foto baguss

INFOWONOGIRI.COM-KOTA-Manajemen PT. Anugrah Mas (PO Agra Mas) bersikukuh (keukeh) tidak mau melaksanakan anjuran Dinas Tenaga Kerja Pemda Wonogiri.

Anjuran Disnaker adalah perusahaan angkutan darat wajib membayarkan uang pesangon kepada tiga mantan supir bus malam AKAP itu. Yaitu Sugeng Wicaksono berhak mendapatkan pesangon Rp.22.839.000, Eko Mulyanto Rp.19.032.000, Dwi Haryanto 9.930.000.

Surat anjuran diterbitkan Disnaker tertanggal 22 Januari 2019 ditandatangani Kepala Disnaker Ristanti dan Muhammad Muslih selaku Mediator Hubungan Industri. Pihak PT Agra Mas diberikan kesempatan untuk memberilan jawaban selambat lambatnya 10 hari sejak menerima surat anjuran. “Tugas kami sudah selesai. Kami telah memfasilitasi dengan menjadi mediator,” kata Muhammad Muslih.

Dalam surat anjuran yang diterima pihak pekerja, mediator menyimpulkan bahwa pertama, hubungan tenaga kerja dengan perusahaan sudah merupakan hubungan kerja dengan adanya unsur pekerjaan, upah dan perintah. Kedua, dengan ditiadakanya supir langsir maka pengemudi langsir yang dialihkan menjadi pengemudi bus malam (Jabodetabek/moda bandara). Ketiga, kedua belah pihak tetap pada pendirianya masing-masing.

Faktanya, sampai Selasa (12/2/19) PO Agra Mas tidak melaksanakan anjuran itu. “Sampai sekarang kami belum menerima jawaban Agra Mas,” kata Sugeng Wicaksono.

Sejauh ini belum ada konfirmasi langsung dari pihak PT Agra Mas. Namun berdasarkan keterangan pihak Agra kepada Mediator, tertulis ada 11 alasan. Intinya, antara lain ketiga pekerja dianggap bukan sebagai karyawan, karena hanya supir langsir dari pol garasi di Wonogiri ke kota kecamatan. Para pekerja tidak melamar secara resmi dan tidak ada ikatan kontrak kerja.

Selama ini PO Agra Mas menyebut tidak pernah menggaji, tetapi gaji kepada supir langsir dari crew batangan/supir utama. Pihak PT Agra Mas juga telah mengambil kebijakkan agar para supir langsir bergabung menjadi supir reguler Wonogiri-Jakarta. Bagi yang menolak karena kesehatan dan atau faktor usia, diberikan uang tali asih. Kabarnya Rp.1 juta. Itulah yang menyebabkan Sugeng Wicaksono dkk menolak. (baguss)

error: Content is protected !!