Miris,Kurang Apa Pendidikan SMKN? Pengawasan Orang Tua!

0 507

Ilustrasi selingkuh | Dok

INFOWONOGIRI.COM-PRACIMANTORO-Kasus hamil di luar nikah yang dialami Ha (17th) siswi kelas XI (12) SMKN di Pracimantoro adalah peringatan bagi pemerhati pendidikan. Tak terkecuali orang tua.

Bagaimana tidak? Kepala Sekolah guru dan pegawai telah berupaya maksimal mengawasi dan membentuk anak menjadi pelajar yang berkarakter. Pelajar yang kuat, disiplin, jujur dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, ternyata jebol juga.

Padahal, pihak sekolah telah mendidik dan menanamkan dengan sungguh. Seperti masuk sekolah tidak boleh terlambat. Jika terlambat maka dihukum bekerja bhakti.

Sebelum jam pelajaran diwajibkan membaca kitab suci Al Quran bagi peluk Islam, dan non muslim meembaca kitab sucinya masing-masing.

Sholat dhuha juga sangat disarankan, dan dicontohkan guru pembimbing rohani. Sholat rowatib dhuhur dan asyar juga diwajibkan berjamaah. Kegiatan ekstra kurikuler dan olahraha juga difasilitasi. Perpustakaan, laboratorium, dan konsoling juga tersedia.

“Kalau di sekolah kami bisa mengawasi. Ketahuan pacaran saja, kami suruh mengundurkan diri,” kata Rini Widiyanti selaku guri Bimbingan dan Penyuluhan, didampingi guru akutansi Bambang Ixt.

Setelah dipelajari, ternyata salah satu faktor penyebab sampai terjadinya hamil di luar nikah, adalah pihak sekolah tidak bisa mengawasi murid di luar Sekolah.

Di sekolah mulai pukul 07.00 s/d 15.00 wib. Ada waktu untuk kegiatan sekolah sampai pukul 16.30 Wib. Berlaku Senin sd Jumat. Sabtu dan Ahad libur.

“Nah di rumah itu peran pengawasan ada pada orang tua,” tambah Bambang. Faktanya, orang tua Ha (17th) tidak bisa mengawasi maksimal. Demikian juga orang tua Mo (17th).

Ha anak tunggal yang ditinggal bekerja kedua orang tuanya. Mo sejak kecil ikut kakek-neneknya. Orang tuanya di Jabodetabek. “Tidak ada pengawasan. Orang tua hanya kirim duit. Anak itu butuh kasih sayang, teman ngobrol dan perhatian lain,” kata Rini. (baguss)