Parkir Even Latber Gestrack Terindikasi Liar

0 472
Even Latber Gestrack | Foto Istimewa

INFOWONOGIRI.COM-SELOGIRI-Parkir pada Even Latber Grestrack, Sabtu dan Minggu (17-18/11/18) di belakang terminal induk Giri Adipura Krisak Selogiri terindikasi liar.

Indiksinya parkir pada latihan bersama sepeda motor trail itu tidak ada ijin dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Wonogiri.

Even itu diselenggarajan Komunitas Trail Wonogiri (KTW) yang diketuai oleh Hartono. Petugas parkir pada acara tersebut memungut biaya parkir Rp.25.000 untuk mobil sekali parkir. Tarif itu dikeluhkan sejumlah pengunjung dan viral di medsos dan grup.

Pernyataan itu dikemukakan Kepala Dishub H. Ismiyanto dan staf Kepala UPTD Sarana Prasarana Ub Kasubag TU UPTD Sarpras Gatot Suharto, Rabu (21/11/18) di kantornya.

“Itu ijin tempat saja. Soal ijin parkir tidak ada. Itu termasuk liar. Tim sudah kita beri masukan. Kan ada aturan, ora saksake narik parkir. Namun ditunggu sampai seharian gak datang. Itu tergolong pungli. Karena tidak ada ijin parkirnya,” kata Gatot.

Ismiyanto menjelaskan, bahwa pengelolaan parkir diatur dengan Perda Nomor 2 tahun 2012 kemudian diperbaharui dengan Perbup nomor 50 tahun 2015. Sesuai Perda tersebut biaya parkir insidentil untuk sepeda motor adalah Rp.2500. Untuk mobil Rp.3000.

Intinya parkir insidentil bisa. Panitia even penyelenggara harus mengajukan ke Dishub. Petugas penarik adalah jukir yang ditunjuk Dishub. Hasil pungutan parkir disetorkan ke Kas Pemda 30 %. Selebihnya 70% diserahkan kepada penyelenggara even.

Terpisah Hartono sebagai Ketua Panitia Penyelenggara Latber Gestrack membenarkan biaya parkir mobil Rp.25.000. Menurutnya, itu murah. Karena dia tidak menjual karcis. Sebagai perbandingan, di tempat lain, tiket acara serupa bisa mencapai Rp.30.000 bahkan Rp.50.000.

Hartono mengaku uang hasil parkir dibagikan untuk petugas parkir yang dibentuk panitia. Jumlahnya ada 30 orang. Setiap orang hanya dapat Rp.100.000/hari. “Uang parkir dapatnya Rp.3 juta lebih. Saya malah tombok, tapi gak apa-apa, karena senang,” kata Hartono. (baguss)