Solusi Permanen Atasi Kekeringan di Giritontro, Ternyata Gak Mahal

0 363

INFOWONOGIRI.COM-KOTA-Sampai hari ini, Wonogiri belum mendapatkan kiriman” hujan. Terhitung sejak Maret – Oktober 2018 musim kemarau telah mencapai 8 bulan. Tanda-tanda hujan akan turun belum terasa.

Dalam rangka menunaikan tanggungjawab sosial, terhadap derita “kelangkaan air bersih” di wilayah Wonogiri Selatan, Perusda BPR BKK Wonogiri menyalurkan dana Corporate Social Responbilitu (CSR).

Biasanya, CSR berbentuk droping air bersih. Kali ini, BPR Wonogiri kota, membuat sumur bor di lokasi sumber mata air di Desa Tlogoharjo Kecamatan Giritontro. Dengan kedalaman 60 meter, telah berhasil menemukan sumber air cukup deras. Sumber air tersebut dialirkan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 150 KK penduduk terdekat.

Bantuan tersebut dianggap lebih permanen, dari pada droping air bersih. Direktur Umum dan Kepatuhan, Sarti mengemukakan pembuatan sumur bor tersebut menghabiskan anggaran Rp.35 juta. Sedangkaan droping air bersih telah menghabiskaan seratus tengki untuk Giritontro dan Paranggupito setara dengan Rp.15 Juta.

Tahun ini dana CSR PD BPR BKK Wonogiri Kota menyediakan Rp.232 juta. Itu diambilkan dari 3 % keuntungan perusahaan. Selain untuk mengatasi kekeringan, dana CSR untuk bantuan sosial ke panti asuhan, Ponpes, beasiswa anak yatim, masyarakat kurang mampu.

Keuntungan perusahaan tahun 2017 sekitar Rp.10,5 milyar. Sebelumnya, tahun 2016 Rp. 9, 8 milyar. Tetapi sebelumnya tidak ada kewajiban menganggarkan dana CSR. Dasarnya adalah Permendagri nomor 94 tahun 2017 tentang Pengelolaan BPR milik Pemda, Perda Provinsi nomor 5 tahun 2018 tentang PD menjadi PT turunan dari Perda Propinsi nomor 3 tahun 2012. (baguss)