Dusun Gablok Kampoeng Seribu Pathok

0 370
Suasana Kampoeng Seribu Pathok di Dusun Gablok.

INFOWONOGIRI.COM-SLOGOHIMO-Kegiatan memperingati HUT RI ke 73 selalu semarak.Lapisan masyarakat paling bawah, paling banyak terlibat. Di tingkat RT, RW, Desa/Kelurahan. Disitulah makna nasionalisme kemerdekaan yang sesungguhnya.

Masyarakat Dusun Gablok Desa Sedayu Kecamatan Selogohimo mempunyai cara tersediri dalam mengisi HUT Kemerdekaan RI. Tidak harus dengan uang banyak. Cukup dengan memanfaatkan sumberdaya alam dan kearifan local.

Dusun Gablok tahun ini mewakili Desa Sedayu untuk mengikuti lomba Tingkat Kecamatan Slogohimo. Kegiatan telah ditentukan Panitia Kecamatan. Yaitu Pekan Olahraga Desa (Pordes), Lomba Keamanan Kebersihan dan Keindahan (K3), Lomba Tretek dan Karnafal.

Lomba wajib diikuti wilayah 15 Desa dan 2 Kelurahan. Lomba K3 ini ke empat kalinya. “Dusun Gaplok mengambil tema Kampoeng Seribu Pathok” kata Ariyanto, warga Dusun Gablok. Persiapan Lomba telah dimulai sejak pertengahan Juli lalu.

Penilaian dilaksanakan Rabu (8/8/18) oleh Tim Kecamatan. Tim terdiri dari pegawai Puskesmas, Dinas Pertanian, dan Dinas Pendidikan. Pada malam hari dilakukan penilaian Pos Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling). Timnya Anggota Koramil, Polsek dan Kecamatan. Hadir Camat Slogohimo Khamid Wijaya, Sekcam Saroso berkeliling menilai suasana Dusun Gablok malam hari.

Profile Dusun Gablok, berada di lereng Gunung Lawu selatan. Terdiri dari 2 RW dan 6 RT. Penduduk sekira 122 KK. Mata pencaharian 95 % petani/pedagang /swasta. Tema “Kampoeng Seribu Pathok” diambil karena potensi desa banyak ditumbuhi pohon bambu.

Pada malam hari tampak indah warna warni
ornamen lampu dan lampion

Sehingga bahan baku pathok tersedia cukup. Warga dengan sukarela berpartipasi mengerjakan pathok.Pathok bambu dipasang di jalan utama dan jalan rajangan sepanjang 3,5 km di kanan dan kiri jalan dengan jarak rata rata 2 m. Setiap pathok dicat warna merah putih.

Untuk biaya lomba K3 diambilkan kas RT dan bantuan perantau. “Sama sekali warga tidak dimintai biaya. Pemerintah Desa Sedayu turut membina dan mengarahkan hal-hal yang menjadi kreteria penilaian,” kata Ariyanto.

Selain itu juga, kebetulan, Mahasiswa UNS Surakarta sedang Kuliah Kerja Nyata (KKN). Sehingga berperan menyiapkan perlombaan. Kegiatan lomba K3 berlanjut dengan lomba anak dan jalan sehat, rencananya dilaksanakan Jumat (17/8) mendatang.

Antusias warga sangat bagus. Itu dapat dilihat dari kekompakan kerja bhakti membenahi pagar, membuat tempat sampah, dan bersih lingkungan yang dikriteria penilaian. Pengumuman hasil lomba akan disampaikan pada malam resepsi mendatang.

“Bukan semata mata berharap hadiah. Tujuan untuk menyadarkan pentingnya hidup bersih, tertib dan aman sehingga tercipta rasanyaman dalam kehidupan bermasyarakat,” tutup Ariyanto. (baguss)

error: Content is protected !!