Dua Hari Baru Mandi Sekali

0 213

INFOWONOGIRI.COM-PARANGGUPITO-Salah satu warga penduduk Dusun Blimbing Desa Gendayakan Kecamatan Paranggupito, mengaku tidak bisa saban hari mandi sehari sekali.

“Boro-boro mandi sehari sekali, dua hari sekali baru mandi,” kata ibu rumah tangga yang malu menyebutkan nama untuk dipublikasikan. Dia menceritakan faktor kelangkaan air menjadi penyebab kenapa dia jarang mandi.

Hal itu dilakukan karena untuk menghemat air bersih. Sebab air bersih di wilayahnya menjadi barang langka. Bahkan dia terus terang air menjadi barang mewah. Padahal air adalah kebutuhan pokok sehari hari yang harus terpenuhi. Bahkan setiap saat harus tersedia. Untuk kebutuhan minum, mandi, memasak, mencuci, memberi minum kambing, dan pertanian.

Terpaksa karena air bersih langka, maka mandi dan pertanian dinomrakhirkan, setelah kebutuhan minum, masak dan memberi minum hewan piaraan terpenuhi. Dia menceritakan, pengalaman itu tahun ini dialami sejak sejak enam bulan silam, Februari 2018. Ada juga tetangga laain yang mengatakan dialami sejak sebulan sebelum puasa romadhon. Sejak saat itu, air bersih sudah langka.

Kebutuhan air bersih bisa didapatkan dengan cara memesan atau membeli. Pertangki 6000 liter Rp.150 ribu sd Rp.170 ribu. Tergantung jarak pemesan. Biasanya untuk satu kepala keluarga paaljng tidak setangkai cukup digunakan untuk 2 bulan. “Ning Kuwi mau kudu ngirit,” katanya.

 

Dalam rangka berbagi, civitas akademika Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri menyumbang air bersih. Antara lain untuk warga Dusun Ngaluran Rt 01 Rw 05 Bayemharjo Giritontro, Dusun Punung Rt 01 Rw 2 Jatirejo Giritontro, Dusun Mbeleh Rt 01 Rw 04 Bayemharjo Giritontro. Kemudian di Dusun Blimbing RT 01 RW 05, Dusun/Desa Gendayakan RT 02 RW 004, RT 03 RW 04 wilayah Kecamatan Paranggupito. Hadir Ketua Senat Mahasiswa Rifqi para para mahasiiswa jurusan hukum tata negara, pendidikan agama Islam, ekonomi syariah dan jurusan komunikasi / dakwah seeta dosen pendamping. (baguss)