Sisi Lain Pentas Campursari 100 Jam Nonstop

0 480
Para tersangka

INFOWONOGIRI.COM-KOTA-Pentas Campursari 100 jam NonStop telah usai. Pagelaran seni musik itu menorehkan prestasi di Musium Rekor Indonesia (MURI).

Di sisi lain, Satreskrim Polres Wonogiri menetapkan tiga orang menjadi tersangka kasus dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan tentang pasal 378 dan atau 372 KUHP.

Kapolres Wonogiri AKBP Robertho Pardede SH.SIK melalui Kasatreskrim AKP Muhammad Kariri SH.MH menyebukan, ketiga tersangka (Tsk) adalah Dwi Andriyono (50th) alamat Jatiharjo Jatipuro Karanganyar, Suparman (46th) dan Widodo (xth) keduanya alamat Kedunglumbu Pasar Kliwon Surakarta, Widodo (58th) .

Keduanya ditangkap polisi menyusul adanya laporan 26 April 2018 silam. Bahwa di wilayah hukum Polres Wonogiri, mereka diduga menipu dan atau menggelapkan uang, dengan mengatasnamakan sebagai panitia Pentas Campursari 100 Jam, pada 24 April 2018.

barang bukti

Pelapornya Harjanto (42th) alamat Bojongsari Baru Kota Depok. Saksi perkara itu adalah Bakat (52th) Cipete Utara, Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan.Ocko Sunarko Prawirodiredjo SH.MH (42th) al Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan.

Kronologinya, Panata Organizer sebagai Even Organiser (EO) acara Gelar Seni Budaya Campur Sari 100 Jam NonStop berkedudukan di Jakarta yang dikelola Putra-Putri Wonogiri.

Panata membentuk panitia di Jakarta untuk acara itu. Panitia lokal dibentuk untuk teknis di Wonogiri. Panita penggalangan dana ditunjuk dengan Surat Tugas dan ditandatangani Pimpinan Produksi.

Pada Selasa (24/4/18) terjadi masalah terkait penggalangan dana oleh orang tidak dikenal. Panitia pusat mendapat aduan masyarakat yang telah dimintai dana orang yang mengatasnamakan panitia Panata.

Penjelasan pelapor sekira satu setengah bulan lalu, sempat terjadi masalah terkait penggalangan dana secara Ilegal oleh oknum Panata Organizer yang telah dikeluarkan.

Hasil pemeriksaan Tsk telah memungli di beberapa TKP. Antara lain di RS Mulia Hati hasil Rp 300 ribu, RS PKU Muhamadiyah Nambangan hasil Rp. 500 ribu, Klinik Gasanda Baturetno hasil Rp. 300 ribu, PKU Muhamadiyah Baturetno hasil Rp. 500, RSUD dr SMS Kabupaten Wonogiri hasil Rp 1 juta. RS Medika hasil Rp.500 ribu, dan RS Marga Husada hasil Rp.1 juta.

Barang bukti, Proposal, salinan proposal, amplop proposal, buku company profile Pranata Organizer, stempel, HP Samsung J2 Prime, kwitansi, uang tunai Rp.250 ribu, sepeda Honda Beat AD 6610 QU. A.N Iswindarti alamat Tegal Tonas Kedung Lumbu, Pasar Kliwon, kontak dan STNK. “Penyidikan jalan terus,” kata Kasatreskrim. (baguss)

error: Content is protected !!