Ini Insiden Menjelang Pengabdian Mahasiswa STAIMAS

0 370


INFOWONOGIRI.COM-KOTA-Ini bukti, Allah Swt akan menguji hambanya. Setiap saat. Siapapun, di manapun, sampai kapanpun. Pasti.

Seperti dialami mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri.Meski telah dirancang, namun masih saja ada “godaan”.

Di saat pusing mengerjakan ujian tengah semester (UTS), mahasiswa mendapatkan tugas pengabdian masyarakat. Selama Puasa Romadhan 1439 H ini, mahasiwa ditugasi menjadi imam sholat taraweh dan ceramah Kultum, minimal di 5 masjid dalam sebulan.

Hari Sabtu (19/5/18) adalah kesempatan pertama menunaikan tugas itu. Yaitu di masjid Al Mukmin Polres Wonogiri.

Ini insiden menjelang detik-detik pengabdian itu. Kegiatan diawali dengan buka puasa di kampus.Sepekan lalu, surat permohonan telah dikirimkan. Teryata, sampai kemarin belum ada jawaban.


Untuk itu, Ketua dan wakil ketua berinisiatif menemui Ketua Takmir Masjid Al Mukmin, Bpk Wan Kamari. “Mohon maaf, saat ini belum bisa. Karena hari ini jadwal Kultum dari Kementrian Agama Wonogiri. Lain kali, atau Kultum Subuh, bisa diusahakan,” katanya.

Kemudian tim mencari alternatif lain. Secara mendadak dipilih Masjid Al Furqon. Ternyata, Ketua Takmir tidak ada di rumah. Tim hanya ditemui istrinya. Namun istrinya tidak berani memastikan. Diasarankan datang lagi saat setelah magrib.

Tim balik kanan tampa hasil. Sampai kampus, tim berdiskusi cari solusi. “Wes dari pada pusing, buka puasa dulu saja,” kata Mulyoto.

Setelah kenyang buka sop buah, kelapa muda, dan sop “jamur telinga” tim berangkat. Tim mengendarai dua mobil dan sepeda motor. Mobil satu dikemudikan Bagus S, duluan. Mobil kedua dikemudikan Rifqi, menyusul.

Menjelang sampai tujuan, diketahui Damara tertinggal di kelas. Rombongan mobil kedua mengira, Damara sudah naik mobil pertama. Pengemudi mobil pertama mengira, Damara naik mobil kedua.

Mobil kedua langsung berangkat. Belakangan diketahui, ternyata Damara tidak langsung naik mobil. Dia malah balik lagi ke ruangan mengambil sepatu.

Sadar telah ditinggal tim kedua. Damara menelpon tim kedua. Gagal! Karena komunikasi tidak sambung. Ternyata pulsa habis. Pakai chat WA, ya low responlah. Keburu sampai tujuan.

Eh ndilalah…Tim pertama, Echia menelpon Damara, untuk menanyakan brosur?. Ternyata Damara masih di kampus.

Eee lah dah lah… Sudah dandan cantik, masih lupa pakai sepatu. “Tadi saya masuk lagi pakai sepatu kok” kata Damara ngekek…tampa merasa berdosa. Dam-Dam… kapan tobatmu nduk! Opo ora ngerti Pak Karjo mumet, nganti ora kuat nyupir?. Wwkwk. (tim-staimastop)

error: Content is protected !!