12.266 KTP Penduduk Wonogiri Diragukan Keabsahannya

Diprediksi DPT Pilgub Jateng Menurun 6000-an pemilih

0 554

INFOWONOGIRI.COM-KOTA-Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu Gubernur Jateng 2018 mendatang diprediksi akan mengalami penurunan angka hingga mencapai 6000 lebih dari Daftar Pemilih Sementara (DPS) sebanyak 857.7459 jiwa/calon pemilih.

Bahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wonogiri terang-terangan meragukan keabsahan KTP  Wonogiri sebanyak 12.266 orang. Itu terungkap setelah KPU melakukan Uji Public sejak Sabtu (24/3/18) lalu sampai dengan Senin (2/4/18). Uji Public Serentak dimulai Selasa (27/3/19) sampai Senin (2/2/18) serentak di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Dulu, berdasarkan KTP-el dan Surat Keterangan (Suket) dari Disdukcapil Kabupaten Wonogiri, terdapat 12.266 jiwa yang diragukan KTP-nya. Angka itu kami temukan berdasarkan rekam KTP-el dan Coklit (Pencocokan dan Penelitian),” kata Agus Wibowo Komisioner KPU Bidang Program Perencanaan dan Data.

Dijelaskan, angka sebanyak itu disebabkan terjadi pergerakan penduduk dari dalam kabupaten Wonogiri ke luar kabupaten lain dan atau pindah tempattinggal. Setiap hari, kata Agus Wibowo, terjadi pergerakan jumlah penduduk rata rata 90 jiwa.

Karena itu, lanjut Agus, KPU telah mengkonfirmasi Disdukcapil Kabupaten Wonogiri. Hasilnya, kemarin telah diketahui sebanyak 5.762 (dari 12.266 jiwa/calon pemilih) sudah merekam KTP-el di Kabupaten Wonogiri. Selebihnya, yakni 6102 jiwa/calon pemilih belum melakukan rekam KTP-el.

“Jika sampai penetapan DPT pada 17 April mendatang tidak terkonfirmasi dan atau melakukan rekam KTP-el, maka jumlah itu tercoret dari DPT,” tegas Agus. Namun demikian, jika pada pelaksanaan pemungutan suara dapat menunjukan KTP-el atau Suket, maka yang bersangkutan bisa menggunakan hak pilihnya.

Agus membeberkan, untuk Uji Publik bertujuan supaya masyarakat mengetahui apakah terdapat anggota keluarga atau tetangganya yang telah rekam KTP-el dan atau memiliki Suket akan tetapi belum terdaftar dalam DPS.

Karena itu, masyarakat diminta mengawasi dan memberikan masukan melalui form pengaduan berkaitan DPS. Form pengaduan bisa disampaikan kepada Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Desa/Kelurahan atau ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) setempat. Petugas Pemungutan Suara (PPS) wajib aktif mencatat setiap pengaduan masyarakat berdasarkan KTP-el atau Suket.

Dahulu, pada pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2014 silam, kurang ada peran aktif masyarakat. Waktu itu di setiap KPU menyediakan kartu C6 sebagai pengganti undangan untuk calon pemilih. Namun waktu itu terjadi penyalahgunaan kartu C6 oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Karena itu, saat ini tidak ada kartu C6. Saat ini calon pemilih harus benar-benar domisili di tempat tinggalnya. Tidak bisa secara devakto tercatat. Jika calon pemilih ingin berpindah TPS maka harus tercacat domisilinya. “Kartu C6 ini yang perlu diawasi, C6 tidak bisa digunakan. Ini sudah tersosialisasikan. Masyarakatjuga harus aktif rekam KTP-el,” katanya.

Faktor lain, yang menyebabkan menurunnya jumlah DPT adalah terdapat 183 jiwa penduduk Wonogiri berpindah ke luar Wonogiri, meninggal (mati) 28 jiwa, data invalid 4 jiwa, dan ada 13 jiwa elemennya kurang (karena belum rekam KTP-el atau memakai KK lama, namun masuk data base, disabilitas atau usia rentan).

Untuk itu KPU berusaha jemput bola sampai ke tingkat Kelurahan/Desa se Kabupaten Wonogiri, untuk melakukan coklit dan konfirmasi. Jika dapatterkonfirmasi maka jumlah DPT tetap, tetapi jika tidak terkonfirmasi maka dipastikan berkurang angka 6000-an.

Saat ini, sebagai data tambahan, jumlah pendududuk Wonogiri berdasarkan DAK 2 dari Kantor Kemendagri RI yang diterima KPU Nasional dan diteruskan ke KPU Kabupaten Wonogiri adalah 1.081.041 jiwa.

Sementara itu pantauan dari TPS 6 Kelurahan Wonoboyo Wonogiri pada Senin (2/4) terdapat tiga (3) warga RT 02 RW 07 belum tercatat dalam DPS setempat. Yaitu atas nama Tutik Sugiarti, Aksoro Syahadatain, dan B. Sarengat. Sedangkan di Kelurahan Wuryorejo terdapat dua warga Donoharjo RT 03 RW 02 belum terdaftar dalam DPS, yaitu atas nama Dwi Asti Irianti dan Ibnu Malik.

Terpisah Ketua Panwaslu Kabupaten Wonogiri Ali Mahbub belum memberikan data terkait pelaksanaan Uji Publik DPS. Nomor yang bersangkutan tidak berhasil dihubungi. Chat melalui whatsapp yang telah terkirim tidak terjawab. (bagussarengat)

error: Content is protected !!