Warti vs Rahmat Saling Melaporkan ke Polisi

0 3.280
Kapolres Wonogiri AKBP Robertho Pardede SH.MIK

INFOWONOGIRI.COM-KOTA-Perseteruan dua pengusaha besar Suwarti alias Warti versus Rahmat Mujiono kian seru. Kedua belah pihak kini saling melaporkan ke polisi. Rahmat dilaporkan ke Polsek Slogohimo lantaran dituduh merusak dan menempati rumah tampa ijin pemiliknya.

Sedangkan Suwarti dilaporkan karena dituduh menyuap pegawai BUMN Rp.60 Juta untuk dua orang. Perinciannya untuk pejabat Rp.55 juta. Untuk supir Rp.5 juta. Uang sebesar itu dikabarkan untuk mengatur kemenangan lelang ruko di Jl Raya Slogohimo Wonogiri.

Rahmat Mujiono adalah mantan Anggota DPRD Provinsi Jateng. Warga Slogohimo itu dilaporkan merusak rumah milik Suwarti di Jl Raya Slogohimo -Slogohimo Ruko dua lantai seluas 435m2. “Terlapor juga memasuki dan menempati rumah tampa ijin,” kata Kapolsek Slogohimo AKP Kasimin SH.

Rumah yang dirusak adalah Warti pengusaha Property dan keuangan alamat di Dusun Tambak Kulon 02/ 06 Tambak Merang Kec. Girimarto. Warti tidak lain adalah ibu kandung Paryanti Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD II Wonogiri.

Mujiono dijerat dua Pasal 406 KUHP tentang perusakan barang dan atau menghilangkan barang milik orang lain, dan pasal 167 KUHP tentang memasuki dan atau menempati rumah orang lain. Rahmat dilaporkan Senin (13/11) silam. Pasal 406 KUHP ancaman pidana penjara maksimal 2,8 tahun. Pasal 167 KUHP mengatur barang siapa memaksa masuk rumah pekarangan tertutup milik orang lain secara melawan hukum, diancam penjara maximal 9 bulan.

Sementara Mujiono melaporkan Suwarti atas tuduhan telah menyogok pegawai PT Persero BRI Cabang Wonogiri. Mujiono menyebut menyimpan bukti ditandatangani bermaterai pemberi dan penerima. Lelang akhirnya dimenangkan Suwarti. “Ini buktinya,” kata Rahmat Mujiono sambil menunjukan buktinya.

Kapolres Wonogiri AKBP Robertho Pardede SH.MIK menyatakan tetap memroses laporan Warti. Rahmat dianggap telah merusak dan menempati rumah Suwarti. “Saksi-saksi sudah dimintai keterangan. Barang bukti sudah diamankan. Terlapor juga sudah diperiksa. Kita tidak mau kasus ini berhenti,” kata Kapolres.

Laporan balik Rahmat, pihaknya belum menemukan indikasi pidana. “Bukti kita belum ada,” kata Kapolres. Asal tahu, TKP ruko yang dirusak, sebelumnya milik Rahmat. Ruko telah dilelang KPKNL Rp 2,3 Milyar. Lelang nomor 1069V/2014 nomor SHM 711 pada April 2014. Ekskusi pengosongan telah dilakukan PNWonogiri. (baguss)

error: Content is protected !!