PUSPA, Sinergi Masyarakat Kunci Keberhasilan

0 210

INFOWONOGIRI.COM-SEMARANG-“Jika semua potensi yang dimiliki seluruh elemen masyarakat dapat bersatu, bersinergi, berbagi, dan tidak saling menyalahkan, kami yakin kesejahteraan perempuan dan anak yang menjadi cita-cita kita semua, akan cepat terwujud.

Persoalan perempuan dan anak merupakan tanggung jawab kita. Dengan bersinergi maka akan memberikan hasil efektif yang bermanfaat untuk masyarakat terutama perempuan dan anak,” kata Pukas Pribudiarta dalam Rakor Teknis Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Rakortek PUSPA) 2018 di Semarang bertema “Membangun Sinergi Lembaga Masyarakat untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak.’

Begitu banyak masalah perempuan dan anak yang terjadi saat ini hingga ke pelosok tanah air menjadi hal yang sangat kompleks dan harus segera ditangani. Pemerintah melalui Kementerian PPPA mengajak seluruh elemen bersinergi dan perkuat koordinasi dalam menangani masalah perempuan dan anak. “Melalui Rakortek Forum PUSPA ini dapat mempercepat dan meningkatkan sinergi dan koordinasi partisipasi masyarakat dalam pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melalui peningkatan aksi dan inovasi antara pemerintah dan elemen masyarakat,” Tegas Sekretaris Kementerian PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu dalam sambutannya.

Rakortek Forum PUSPA ini merupakan rangkaian kegiatan sebelumnya di Yogyakarta dan Surabaya. Peserta sekitar 140 orang perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas PPPA) dari 34 Provinsi, Wakil Forum PUSPA masing masing 2 orang setiap provinsi, dan Dinas PPPA Kabupaten/Kota di Indonesia. Saat ini sudah ada lembaga masyarakat yang tergabung Forum PUSPA di 34 Provinsi yang legalitasnya sah. Tahun 2016 melibatkan 1.055 lembaga masyarakat. Tahun 2017 menjadi 1.635 lembaga masyarakat. Terdiri dari lembaga profesi, dunia usaha, media, organisasi keagamaan, kemasyarakatan, akademisi, dan lembaga riset.

Maraknya kasus kekerasan pada perempuan dan anak di sekitar kita, mirisnya sebagian besar pelaku merupakan orang terdekat korban. Kini makin banyak lembaga masyarakat yang melindungi perempuan dan anak sesuai fungsi, kapasitas dan keahlian di wilayahnya masing-masing. Fokusnya penanganan terkait isu anak dan perempuan atau keduanya. (rilis)

error: Content is protected !!