Pengusaha Muslim Makin Jelas dan Tegas Tonjolkan Jatidirinya

0 788
pengunjung transaksi di pusat makanan halal di Solo Markiju Minggu (4/3) di Jl Songgolangit Baki Sukoharjo

INFOWONOGIRI.COM – SUKOHARJO-Pengusaha muslim kini makin jelas dan tegas menonjolkan jati diri islam pada usahanya. Seperti pengusaha muslim Fitri Sundaripemilik usaha Solo Markiju di Jl Songgo Langit No 1 Gentan Baki Kabupaten Sukoharjo.

Fitri Sundari baru saja menggelar grand opening Tsabita Solo MarkijuMinggu (4/3) di gedung bekas swlayan. “Ini inisiatif Ibu Fitri Sundari. Beliauingin menjadi pelopor pengusaha muslim, yang menyediakan kebutuhan masyarakat yang halal. Ini pertamamengangkat halal food center,” tegas Surya Manajer Marketing Tsabita Halal Boga Gentan.

Tsabita Solo Markijumengendepankan dua konsep HalalFood Center (HFC) dan Solo Markiju.Tsabita Solo Markiju menyediakan makanan berbagai jenis. Antara lain backeri, jajanan tradisi jawa, Kafe SoloNgangeni, dan Solo Markiju.

Solo Markiju merupakan cabang ke lima Tsabita Halal Boga Gentan.Pertama tahun 2006 di Ngruki, disusul di Yosodipuro 2010, di Nusukan 2014, diHonggowongso 2015 dan di Gentan2018 ini. Konsepnya semua berbeda. Kali ini paling ditonjolkan adalah Solo Markiju.

pengunjung transaksi di pusat makanan halal di Solo Markiju Minggu (4/3) di Jl Songgolangit Baki Sukoharjo

Ibu Fitri Sundari ingin menciptakan bawha Solo Markiju itu “ngangeni”. Kota Solo itu ngangeni. “Sama halnya, ketika kangen keluarga, kekasih maka dia kangen dan ingin membelikan oleh oleh di Solo Markiju,” kata Surya.

Solo Markiju ada tiga rasa.Orijinal, pandanwangi, dan coklat legit.Harganya berkisar Rp.47 ribu perpak isi 10. Istilah Markiju dapat diterjemahkan dalam berbagai versi positif. Mandarin Kismis dan Keju. Ada juga yang menyebut Mari Kita Jualan atau Mari Kita berJuang.

Surya berharap, usahanya maju pesat seperti pendahulunya. Sebab market sharenya sangat jelas dan tegas, yaitu umat islam dari berbagai golongan, termasuk umat non islam yang juga membutuhkan makanan sehat halal dan baik. Belasan warga Wonogiri datang ke acara itu.

Antara lain Ida dan Rara berserta keluarganya masing-masing. “Rasanya pas, pedesnya pas, ikannya terasa. harga juga murah. Murah ini loh,” kata Ida asal Ngadirojo. Dia memakan arem-arem bakar itu, dan membeli markiju. (baguss)

error: Content is protected !!