Orang Tua Jaman Now Lebih Banyak Ajarkan Bahasa Prokem

0 531

atimah tunjung kasih

INFOWONOGIRI.COM-JATISRONO-Sebaik-baik ilmu pengetahuan adalah yang diajarkan dan diterapkan. Demikian juga ilmu bahasa. Bahasa apa saja. Termasuk bahasa jawa. Bahasa Jawa memiliki banyak kunggulan. Memiliki empat tingkatan. Yaitu Kromo Halus, Kromo Lugu, Ngoko Halus, dan Ngoko Lugu.

Bahasa Jawa juga memiliki karakteristik. Di antaranya dapat membangun peradaban manusia. Karena itu bahasa Jawa tetap dipelajari (pelajaran) muatan lokal di SD sampai PT. Seperti diSMP Rumpun Muslim Jatisrono Wonogiri.

Guru Bahasa Jawa di SMP RMadalah Fatimah Tunjung Kasih. Fatimah mengatakan, bahasa jawa masuk dalam program Sekolah “Tri Lingual” (tiga bahasa). Yaitu Indonesia, Inggris, danJawa. Dari ketiganya, bahasa jawa dianggap sebagai “momok” bagi siswa.

Kenapa? Karena Bahasa Jawa dianggap banyak tingkatan. Setelah belajarbahasa Jawa harus dipraktekakan di sekolah, lingkungan dan di rumah. Nah, ternyata siswa mengalami kesulitan ketika memraktekan penggunaan kosa kata setiap tingkatan.

Misalnya bericara dengan guru atauorang tua menggunakan Kromo Halus, tapi malah keliru menggunakan Kromo Lugu.Berbicara sesama teman sekolah atau teman sebaya maka berbahasa ngoko halus /ngoko lugu.

“Mengajarkan bahasa jawa lebih sulit dari pada bahasa indonesia,” kata Fatimah yang juga guru bahasa Indonesia ini. Bahasa Jawa sangat bagus membentuk budi pekerti siswa. Sebab ketika komunikasi dengan bahasa jawaharus menggunakan ilmu bahasa jawa sesuai tingkatanya.

Sayang program Tri Lingual di SMP RM tidak berjalan (sementara). Kenapa? Salah satu sebabnya sumber dayamanusinya. Menurut alumni UNY 2012 ini, orang tua dan lingkungan masyarakat sangat berperan dalam “menjaga” bahasa Jawa.

Orang tua di jaman now, lebih banyak menggunakan bahasa kekinian yang cenderung prokem. Ketimbang menggunakan bahasa jawa sesuai tingkatan. Hal itu berpengaruh terhadap perkembangan bahasa jawa.

Bahasa jawa juga dilengkapi ilmu unggah-ungguh, intonasi dan nada. Ketika marah mengungkapkan dengan bahasa jawa maka tidak tampak langsung. “Misalnya misuh (mengumpat) meggunakan kromo halus, maka tidaktampak marahnua,” kata anak ketiga dari tiga saudara pasangan Suhadi dan Wijiayatni ini. (baguss)

error: Content is protected !!