Ini Hasil Uji Lab Kasus Keracunan Guru TK

0 388

Supriyo Heryanto | Kabid P2P DKK WONOGIRI

INFOWONOGIRI.COM-KOTA-Masih ingat kasus keracunan massal yang dialami puluhan guru TK-PAUD se Kabupaten Wonogiri?

Ya peristiwa keracunan itu terjadi hasil tanggal 22 – 23 Oktober 2017 di gedung PGRI Brumbung Selogiri Wonogiri. Baca juga : 41 Guru TK Diduga Keracunan Makanan

Pasca kejadian itu, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri turun menangani kasus itu. DKK mengirimkan sampel makanan ke Kantor Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Jawa Tengah.

Kepala DKK Wonogiri dr Adhi Darma melalui Kabid P2P Supriyo Heryanto melaporkan, bahwa sampel makanan yang dikirim adalah kue brownis dan daun singkong.

Kini hasilnya sudah turun. “Roti bronis dan daun singkong itu tidak ada bakteri patogenya (racun, red),” kata Supriyo.

Menurut pendapat Supriyo, indikasi terjadi keracunan pada korban guru-guru TK-PAUD cukup valid. Namun karena tidak ditemukan sisa makanan yang dimakan, atau muntahan korban keracunan, DKK tidak dapat menegakkan diagbosa penyebab keracunan.

ini makanan yang mengakibatkan keracunan

Seharusnya, menurut Supriyo, sampel makanan yang dikirim adalah masakan gudek dan rendang daging sapi, yang disuguhkan hari pertama acara di PGRI itu.

“Sampelnya tidak representatif. Seharusnya yang dikirim ke lab sisa makanan dan sisa muntahan makanan hari pertama. Tapi kita tidak temukan sisa makanan gudek dan rendang,” tambah Suprio didampingi stafnya.

Hasil Lab telah diterima DKK 18 Nopember 2017. Dikirim tanggal 24 oktober. Sampel dikirim sjak 24 Oktober.
Hari itu, dilaksanakan Diklat Pelatihan Guru SMART bagi 600-an guru TK dan PAUD se Kabupaten Wonogiri. (baguss)

error: Content is protected !!