Dua Tantangan Dosen STAIMAS

0 615
Fajarwati Kusuma Adi SH.MH

INFOWONOGIRI.COM – SOSOK – Fajarwati Kusuma Adi adalah salah satu dosen di Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Kabupaten Wonogiri.

Di kampus yang baru berdiri setengah tahun ini, Ibu Fajar -demikian panggilannya- mengajar mata kuliah Sejarah Peradaban Islam (SPI).

Baginya, mengajar di kampus STAIMAS Wonogiri akan menghadapi dua  tantangan sekaligus perjuangan.

Tantangan dan perjuangan pertama adalah STAIMAS merupakan lembaga pendidikan tinggi yang baru lahir, maka harus berjuang membesarkan kampus ini agar terus eksis maju pesat. Hingga bisa mendapatkan akreditasi B sampai A.

Tantangan kedua adalah, mahasiswanya sebagian besar berstatus pegawai negeri atau karyawan. Ada pula guru dan kepala desa.

Di mana kebanyakan mahasiswanya telah berusia matang atau dewasa. Bahkan ada mahasiswa yang usianya telah mencapai 51 tahun. Artinya, bahwa mahasiswa yang telah berstatus bekerja, pastinya matang dan lebih pengalaman dibandingkan mahasiswa yang baru lulusan SLTA.

“Artinya itu mahasiswanya sudah seusia bapak saya,” kata Fajar mamah muda anak baru satu alias (Mahmud Abas) ini.

Wanita kelahiran Klaten 5 April 1986 ini domisili di Jebres Solo. Selama ini, alumni S1 dan S2 UNS Surakarta ini biasa mengajar mahasiswa di kampus lain dimana mahasiswanya lulusan SLTA, muda-muda.

Mengajar mahasiswa yang kebanyakan pegawai atau karyawan maka butuh pendekatan ilmu pedagogik yang berbeda. (baguss)

error: Content is protected !!