Akses Ke Karangtengah Baru Bisa Dilalui Sore ini

0 510
Gotong Royong menyingkirkan tanah oleh Relawan sipil Dan Polri 

INFOWONOGIRI.COM-KARANGTENGAH-Bisa dibilang selama empat hari, wilayah Kecamatan Karangtengah terisolir, menyusul peristiwa bencana alam tanah longsor di wilayah setempat, sejak Selasa sore (28/11) hingga Jumat (1/12).

Bencana alam tanah longsor terjadi di 17 titik. Terparah terjadi di tiga desa, dari lima desa di wilayahnya. Yaitu Desa Temboro, Karangtengah dan Purwoharjo. Dua desa lain, jug terjadi Bencana alam tanah longsor, akan tetapi relatif ringan. Yaitu di Desa Ngambarsari dan Jeblogan.

Posisi Desa Temboro berada di paling bawah di Kecamatan Karangtengah, atau berbatasan dengan Kecamatan Batuwarno. Sedangkan tiga desa lain berada di atasnya, sampai di perbatasan Kecamatan Punung Kabupaten Pacitan Jawa Timur.

Saat ini, akses jalan dapat dilalui roda dua dan roda empat husus double kabin. Menyusul langkah BPBD Wonogiri mendatangkan tiga alat berat, Jumat (1/12).

Alat berat menyingkirkan material longsoran di Kec.Karangtengah

Ketiga alat berat itu, pertama ukuran kecil untuk membuka timbunan tanah tebing yang menutup akses jalan utama. Yaitu di Desa Temboro, tepatnya di Dusun Joso.

Selama empat hari, sebelumnya, akses jalan menuju ke ibu Kota Kecamatan Karangtengah tertutup, dan tidak dapat dilalui R2 – R4. Hanya dapat dilalui pejalan kaki.

“Bego yang datang pertama, ukuran kecil untuk membuka akses jalan di Dusun Joso Desa Temboro,” kata Sunarto selaku Ketua dan Humas Posko Bencana Alam Kecamatan Karangtengah, sekaligus Camat setempat.

Kemudian, dua bego besar datang menyusul. Satu bego melanjutkan menyingkirkan material longsoran. Bego ketiga untuk menyingkirkan tebing longsor di Dusun Timbangan Desa Karangtengah. Satu bego lagi digunakan di Desa Purwoharjo. (baguss)