Kasus Guru Cabul Coreng Wajah Pemda Wonogiri

0 1.445
Hj Endang Maria Astuti SAg. SH.MHum, Anggota Keluarga komisi VIII DPR RI | Foto:Azka

INFOWONOGIRI.COM – KOTA-Kasus cabul yang diduga dilakukan oknum guru olahraga tidak hanya mencoreng dunia pendidikan. Tetapi sekaligus mencoreng nama baik Pemerintah Daerah Kabupaten Wonogiri.

Bagaimana tidak ?! Pemerintah pusat melalui Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (PPPA-RI) telah melantik Satgas PPA Kabupaten Wonogiri pada Kamis (6/7/17).

Bahkan pelantikan itu dilakukan langsung oleh Menteri Yohana Yembise. Ibu Menteri asal Papua itu bahkan memuji dan membanggakan Pemda Wonogiri lantaran jkumlah Satgas terlantik jumlahnya terbanyak yaitu 3.060 orang. Jumlah tersebut paling banyak dari 9 Kabupaten/Kota yang sudah membentuk Satgas PPA saat itu. [Baca Juga : Wonogiri Pecahakan Rekor Satgas PPPA Terbanyak Nasional 3.060 Orang ]

pelantikan Satgas PPA dilakukan langsung oleh Menteri Yohana Yembise ( 6 Juli 2017 )

“Saya sangat prihatin dengan kejadian itu. Lagi-lagi terjadi di dunia pendidikan. Pelakunya orang pendidikan, korbannya anak-anak didiknya. Sebelumnya juga terjadi di Baturetno, di lingkungan pendidikan,” kata Hj. Endang Maria Astuti Angghota DPR RI Komisi VIII.

Menurut Endang, kasus itu tidak patut terjadi. Paling tidak bisa dicegah, mengingat Kabupaten Wonogiri memiiliki Satgas PPA. “Lalu apa peran PPA selama ini? Bagaimana sosialisasinya di masyarakat?” tegas Endang yang juga aktifis pemerhati dan pendamping perempuan dana anak ini.

“Guru itu tidak patut disebut guru. Dia telah merusak generasi emas. Dia telah merusak masa depan anak, dan keluarganya,” tandas Endang.

Endang menyarankan agar Pemda Wonogiri, khususnya Dinas Pendidikan dan Dinas PPKB-P3A bersinergi untuk melalukan pemulihan terhadap para korban dan keluarganya. Agar kondisi psikologis bisa bangkit kembali. Hak perlindungan pada anak hartus dikembalikan utuh.

Lebih dari itu, Pemda dan Dinas terkait harus melakukan upaya pencegahan agar kasus serupa tidak terulang lagi. Husus Dinas Pendidikan harus berani memberikan sanksi berat kepada pelaku. “Tidak hanya sekedar dimutasi. Itu tidak adil,” tandas politikus Partai Golkar ini.

Sementara Kepala DPPKB-P3A Kabupaten Wonogiri Renny Ratnasari sudah dikonfirmasi melalui WA, Pesan WA tampak terkirim  namun yang bersangkutan tidak membalas.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan H. Siswanto tidak berhasil dikonfirmasi. Tiga hari sebelumnya sudah disanggong ( Ditunggui ) di kantornya, namun tidak berhasil ditemui.

 

Kabid PTK Sri Mulyati juga sudah dikonfirmasi, namun yang bersangkutan enggan memberikan keterangan. Alasanya sudah menjadi wewenang kepolisian. “Langsung Kapolres saja ya, sudah ditangani polisi,” kata Mulyati. (baguss)

error: Content is protected !!