41 Guru TK Diduga Keracunan Makanan

0 856

INFOWONOGIRI.COM-SELOGIRI-Sebanyak 41 guru Taman Kanak-Kanak (TK) dan PAUD diduga mengalami keracunan saat mengikuti Work Shop Peningkatan Mutu Pendidikan PAUD dan TK, Selasa (24/10/17) di Gedung PGRI Wonogiri.

Diduga penyebab keracunan akibat mengkonsumsi makanan yang disuguhkan pada acara tersebut.

Berdasarkan informasi dari petugas di lokasi kejadian, terungkap acara Work Shop dilaksanakan dua hari, Senin – Selasa (23-24/10/17).

Acara diikuti 600-an peserta guru TK/PAUD se Kabupaten Wonogiri. Diselenggarakan kerjasama Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) dan Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Wonogiri.

Pada hari pertama, pagi hari peserta mendapatkan jatah konsumsi kue lemper, roti, emping, sosis dan air mineral. Siang hari mendapat jatah nasi kotak isinya nasi putih lauk ayam bakar, sayur gori, rendang sapi, daun singkong, terong goreng. Dan pada sore harinya mendapakan snek lagi isinya rol tape, roti coklat, kacang dan air mineral.

Pada hari itu, sepertinya tidak ada masalah berarti sampai acara selesai. Namun sampai rumah sejumlah peserta mengaku sakit perut dan mengalami diare. Seperti dirasakan Eni Lestari (36th) guru TK Pertiwi Gambir Manis Pracimantoro.

Meski demikian, pada hari kedua Selasa (24/10) Eni dkk tetap berangkat untuk melanjutkan acara itu.

Pada Selasa pagi menjelang siang, satu persatu peserta mulai mengeluhkan sakit perut, mual dan diare. Bahkan ada yang pingsan.

Ternyata, jumlahnya makin banyak. Hingga mencapai puluhan. Atas bantuan PMI peserta yang mengeluhkan sakit dilarikan ke rumah sakit. Yaitu RSUD dr SMS 17 pasien 1 orang dirawat jalan. Di RS Mulia Hati (7 pasien). RS Marga Husada (11 pasien), RS Astrini (4 pasien), dan ke RS Amal Sehat Slogohimo (1 pasien). Dua pasien dinyatakan rawat jalan.

Staf Humas RSUD dr SMS Wonogiri Iwan S, menyatakan, seluruh pasien telah ditangani di IGD. Kemudian dirawat di ruang  isolasi.

Secara umum, pasien sudah sudah makin membaik. Bahkan ada beberapa bisa dibawa pulang.

Petugas PMI melaporkan, pihaknya mendapatkan laporan sekira pukul 11.00 WIB. Kemudian merapat ke TKP. Pukul 12.00 peserta yang mengeluh sakit dilarikan ke RS terdekat.

Petugas polisi juga sempat datang, dan berusaha menghentikan acara itu. Namun kemudian acara dilanjutkan lagi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) melalui Kabid P2PL Suprio menyatakan, peristiwa itu terindikasi mengarah kepada Kejadian Luar Biasa (KLB). “Tapi masih perlu menunggu penetapan dari Kepala DKK. Kita kirimkan sampel makananya ke Lab,” kata Suprio. (baguss)

error: Content is protected !!