Wujud Cinta & Peduli Paguyuban Jemparingan Samber Nyawa Wonogiri

0 169


INFOWONOGIRI.COM-KOTA-Paguyuban Jemparingan Samber Nyawa Wonogiri terbilang baru setahun berdiri. Tetapi telah mengukir prestasi. Kekompakan anggota terjalin. Meski terbilang olahraga tradisi kuno, namun tetap tampil mempesona.
Seperti penampilanya pada Pawai Budaya dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Wonogiri ke 276 Minggu (21/5/17) lalu.
Nama Samber Nyowo disematkan Bupati Wonogiri Mas Jekek saat kali pertama dikukuhkan di gladen ageng Agustus 2016 silam, menambah semangat anggota.

 


Berbusana khas sorjan, blangkon, jarik, (ageman Jangkep), diiringi tabuhan bende, seruling dan tambur (drum), barisan Tim Jemparingan menyedot perhatian penonton dari Stadion Pringgodani sampai Panggung kehormatan Pasar Wonogiri.
Di nomor urut 79 dari 84 kontingen Tim Jemparingan diberangkatkan pukul 15.30 WIB. Anggota tetap semangat. Tetap terbitib sampai finis, lengkap dengan atribut bendera, bandul dan anak panah diusung mobill pic up.
Cara jalannya pun diatur mirip pasukan kerajaan namun serempak kanan kiri menyesuaikan bende, tambur dan seruling.
Tambur langsung dibawa dan ditabuh sendiri Ki Titis Priyadi dan Ki Budi Narwito selaku Ketua & Pembina Paguyuban. Terdepan pemandu berjajar 2 orang bernama ki Iwan Juli dengan menggenggam sebilah keris, serta Ki Selomarto dengan Gendewa yang kadang dinaikturunkan dan diputar-putar seperti mayoret memberi aba-aba pasukan di belakangnya.
Puncak kehebohan dari atraksi pasukan ini adalah ketika berada di depan panggung kehormatan, Bupati Wonogiri langsung berdiri tanda respek atas kehadiran pasukan unik ini lalu diikuti pula segenap jajaran Forkompinda lainnya.
Pasukan yang baris rapi diberi aba-aba berhenti dan menghadap Panggung kehormatan yang berada di depan pintu utama Pasar Wonogiri oleh Ki Selomarto lalu bersiap naik untuk memberikan Gendewa Pusaka kepada Bupati, sedangkan Ki Iwan Juli memberi aba-aba agar pasukan memberi hormat, dengan cara mementang Busur ke arah atas tetap diiringi tetabuhan, kemudian 2 petugas lain menyalakan confetti di saat Busur diterima Bupati lalu berhamburanlah kertas-kertas warna warni ke udara menambah meriahnya suasana saat itu.
Ki Budi Narwito selaku Pembina Paguyuban mengemukakan hanya sekali latihan menjelang berangkat. (baguss)