Tumpas Semua Judi Jangan Tebang Pilih

0 109
Wakapolres dan Kasatreskrim jumpers ungkap judi sabung ayam
Wakapolres dan Kasatreskrim jumpers ungkap judi sabung ayam

INFOWONOGIRI.COM-KOTA-Sejak hampir dua tahun belakangan ini, di wilayah Kabupaten Wonogiri marak penyakit masyarakat, hususnya perjudian. Judi sabung ayam, adu merpati, mancing ikan, cap jie kia, dadu, togel, kartu dan lain lain.

 

Antara lain di sekitar pasar Pracimantoro, pasar Ngadirojo, Sidoharjo, Girimarto, Jatisrono, dan Purwantoro. Selama setahun belakangan, Polres Wonogiri giat menangkap pelaku perjudian. Namun upaya kepolisian diaggap belum bersungguh-sungguh dalam memberantas perjudian.

 

 

Polres dinilai masih tebang pilih. belum semua penjudi ditangkapi. “Orang main remi ditangkapi. Tapi jodi togel, sabung ayam, merpati balap, dan mancing ikan dibiarkan. Apa itu adil,?” ujar sumber IW ini tampa mau dipublikasikan namanya.

 

Dia menyebutkan detil lokasi judi di pasar-pasar tradisional. Bahkan alamat bandarpun tahu. Di Dondong Desa Tambakmerang Kecamatan Girimarto, dan Lingkungan Keron Desa Jarum Kecamatan Sidoharjo. “Tapi ya itu, kalau mau bersih, semuanya jangan pilih-pilih. Cuma main kartu iseng ditangkapi. Yang judi togel, sabung ayam dan judi burung dibiarkan,” keluhnya.

 

 

Terpisah, Kapolres Wonogiri AKBP Muhammad Tora SH.SIK melalui Wakapolres Wonogiri Kompol Wawan Purwanto SH dan Kasatreskrim AKP Muhammad Kariri SH menyatakan terus berburu penjudi. “Kalau ada infopasti ditindaklajuti. Sejak April (2017) kita menangkap 16 penjudi,” jelasnya.

 

 

Kata Kariri polisi tidak bisa selalu bertindak represif, menangkapi semua penjudi. Alasanya, selain keterbatasan SDM personil, juga harus bertindak persuasif. “Secara persuasif minta keluarga dan tokoh masyarakat aktif mengawasi perjudian. Informasikan. Kita tindaklajuti.Keluarganya harus mengingatka. Jangan hanya polisi yang dikejar,” kata Kariri.

 

 

Diakui fakta di lapangan perjudian lebih banyak dari pada yang tertangkap. Namun polisi membatasi. Sebab kalau tidak dibatasi, bisa terjadi kelebihan daya tampung rumah/rumah tahanan Wonogiri. “Kalau semua ditangkapi, bisa penuh penjaranya,” tandasnya. (Baguss)

error: Content is protected !!