Ini Kunci Menjaga Kerukunan dan Persaudaraan

0 270
peserta dialog Pemuda dengan Wakil Rakyat
peserta dialog Pemuda dengan Wakil Rakyat

INFOWONOGIRI.COM-KOTA-Pejabat pemerintah, tokoh politik, tokoh agama akhir akhir ini banyak mempertontonkan akrobat politik dibandingkan sebagai pelayan apalagi sebagai negarawan.

Sehingga sering kali, ucapan dan perbuatanya cenderung untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya, dari pada untuk kepentingan bangsa dan negara.

Itu terungkap dalam acara dialog Dengar Pendapat dan Wakil Rakyat, Selasa (14/2) di Gedung Pertemuan Kabupaten Wonogiri. Acara itu dihadiri perwakilan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda dari Kabupaten Wonogiri, Karanganyar dan Sragen.

“Era reformasi ini hampir 20 tahun, tetapi rasanya kondisi bangsa dan negara Indonesia belum aman dari ancaman disintegrasi bangsa. Ideologi bangsa digerogoti oleh faham komunis dan liberalis. Apa ini masalahnya? Bagaimana solusinya?” tanya Sugiarti membuka dialog pada kesempatan pertama.

Hadir sebagai narasumber Hj. Endang Maria Astuti selaku Anggota Komisi VIII DPR RI memberikan jawaban, bahwa para pejuang dan pendiri bangsa ini, sesungguhnya sudah mewariskan Pancasila sebagai satu-satunya dasar negara.

“Pancasila adalah dasar negara. Sedangkan pilarnya adalah UUD dan NKRI. Bicara konteks Pancasila maka didalamnya sudah bicara UUD dan NKRI. Jadi Pancasila tidak boleh disebut pilar,” kata Endang wakil rakyat asal Wonogiri ini.

Artinya sudah cukup Pancasila itu sebagai pedoman hidup rakyat bermasyarakat, bergama, berpolitik, berbangsa dan bernegara. Tidak perlu dasar lain.

Tetapi faktanya, Pancasila sebagai Dasar Negara tidak diamalkan sepenuhnya, sehingga bentuk NKRI dapat mudah dipecah belah oleh pihak lain. Kuncinya pelajari, pahami dan amalkan pancasila.

Sederhananya, rakyat Indonesia harus melaksanakan aturan sesuai agama dan kepercayaannya masing, masing, lalu patuhi aturan hukum yang berlaku di masyarakat. (baguss)

error: Content is protected !!