Pohon Jati Danyangan Jurang Gempal Terjual Rp.100 Juta

0 282
Pohon jati setelah dirbohkan di bantaran Sungai Bengawan Solo wilayah Jurang Gempal Jatirejo Wonoboyo
Pohon jati setelah dirbohkan di bantaran Sungai Bengawan Solo wilayah Jurang Gempal Jatirejo Wonoboyo

INFOWONOGIRI.COM-KOTA-Satu batang pohon jati di Danyangan bantaran Sungai Bengawan Solo di wilayah Jatirejo RT 01 RW 06 Kelurahan Wonoboyo Kecamatan Wonogiri telah terjual dengan harga cukup fantastis, Rp.100 Juta.

Bahkan ada yang menyebutkan kayu itu terjual seharga Rp.150 juta. Pohon itu ditebang karena terdampak pembangunan Duplikasi Jembatan Jurang Gempal II. Sebab jika tidak ditebang maka akan mengganggu proses pembangunan jembatan tersebut.

 

Siapa pemilik kayu jati itu? Siapa yang menebang? Siapa pembelinya? Siapa penjual dan penerima uangnya? Berdasarkan informasi dari berbagai sumber menyebutkan status kepemilikan danyangan itu sempat terjadi tarik ulur beberapa pihak yang berkepentingan.

 

Yaitu antara pihak penduduk Kelurahan Wonoboyo, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Kementrian PUPR RI dan Bina Marga Provinsi Jateng. “Sempat alot, adu argument status kepemilikan,” kata Carik Wonoboyo Zaenal Arif.

 

Menurut Bina Marga Provinsi jika ditarik dari garis sepadan jalan, pohon jati itu milik Bina Marga Provinsi. Versi BBWS pohon tersebut tumbuh berada di Bantaran Sungai Bengawan Solo, pastinya milik BBWS.

 

Warga penduduk Wonoboyo, terutarama penduduk Lingkungan Jatirejo atau Mojoroto juga mempunyai argument kuat. Letak bantaran sungai itu milik Negara atau pemerintah. Pemerintah terdekat adalah Kelurahan Wonoboyo Wonogiri. (bersambung)

error: Content is protected !!