Wess…. Hasil Memanah Pejabat Muspida Meleset Semua

0 156
Pembukaan lomba Memanah Tradisional Jemparingan ditandai pejabat Pemda mencoba Memanah Japringan.
Pembukaan lomba Memanah Tradisional Jemparingan ditandai pejabat Pemda mencoba Memanah Japringan.

INFOWONOGIRI.COM-KOTA-Lomba Memanah Tradisional Jemparingan, kali pertama digelar Sabtu (13/8) di stadion Pringgondani Wonogiri.

Diikuti oleh 114 peserta memanah, dan 26 peserta Lomba Fotografi Memanah. Dari Jateng, Jogja, dan Jatim. Untuk kelas umum dan pelajar. Pembukaan ditandai dengan pemukulan bende oleh Bupati Wonogiri Joko Sutopo.

Pimpinan Forkompinda Kabupaten Wonogiri hadir melesatkan busur dan anak panah berbahan baku bambu (tradisional) itu. Bupati Joko Sutopo, Wakil Bupati Edi Santosa. Kajari Tri Ari Mulyanto, Asisten Sekda Bambang Haryadi duduk bersila mengarahkan anak panah ke sasaran berjarak 30 meter. Makwess semua melenceng. “Tapi gak ada ada yang mengenai sasaran,” kata Haris Imawan.

Dilanjutkan perlombaan. Haris Imawan, selaku master of ceremony (MC) mengemukakan, acara diselenggarakan oleh Paguyuban Jemparingan Wonogiren Samber Nyowo. Nama ini pemberian Bupati Joko Sutopo. “Sudah resmi berbadan hukum. Jadi semakin mantep,” kata Haris.

Syarat pemanah harus berbusana adat jawa. Sorjan, jarik, blangkon/iket kepala. Pemanah mengambil posisi duduk bersila. Membidik bandul bulat gilik panjang -/+ 30cm, diameter 2,5-3 cm
Sasaran utama adalah bagian atas bandul (kepala) bertanda merah, bagian bawah bercat putih. Bagi anak panah yang tepat sasaran mendapat nilai 3. Yang mengenai badan (bendera putih) bernilai 1 benderanya putih. Pemanah berhak menerima bendera merah sebagai bukti poin.

Peserta lomba dewasa berhak mendapatkan 20 kali rambahan. Setap rambahan, pemanah berhak melepaskan 4 anak panah. Tetapi jika anak terterjang anak panah pemanah lain dan jatuh, maka tidak mendapatkan poin.

Untuk menentukan nilai tertinggi, maka diskoring dari total seluruh rambahan (20). Point tertinggilah juaranya. (baguss)

error: Content is protected !!