Nasabah Bank, Sudah Jatuh Tertimpa Tangga

0 74
Kantor BPR SS di Wonogir
Kantor BPR SS di Wonogiri

INFOWONOGIRI.COM-KOTA-Sudah jatuh tertimpa tangga. Peribahasa itu layak untuk menggambarkan nasib seorang nasabah lembaga keuangan di Wonogiri, Ari Susanti (38th) warga Desa Bulusulur Wonogiri.
Perempuan janda ini, kini sedang galau, karena khawatir kehilangan Sertifikat Hak Milik (SHM) nomor 222 atas namanya. Di atas tanah seluas 370 M2 itu terdapat bangunan rumah yang ditempati bersama anaknya.
Ceritanya, pada Juli tahun 2013, Ari menjadi nasabah Bank Syariah Sragen (BSS) Kantor Cabang Wonogiri. Ari mendapatkan pinjaman Rp.195 Juta. Awalnya angsuran lancar. Setalah suaminya meninggal, bahtera rumah tangga Ari Susanti terguncang. Berdampak pada ekonomi rumah tangganya.
Singkatnya, pembayaran angsuran macet selama 5 bulan. Ari Susanti sering dihubungi oknum bank. Dia diminta segera melunasi hutangnya. Ari terpengaruh. Dia melunasi hutang tersisa Rp.137,5 Juta.
Transaksi pelunasan tahun 2015 dilakukan di rumah Ari Susanti. Oknum bank yang datang berinisial Arm. Namun SHM tidak langsung diterimakan. Saat itu, oknum bank tersebut tidak memberikan bukti kwitansi pembayaran BSS.
Ari memercayakan proses administrasi kepada oknum BSS itu. Kemudian, Ari menerima surat keterangan permohonan roya, ber-kop BSS no 006/Roya/XI/2015. (bersambung-baguss)

IW.24-8.16-Ini Kronologis Ari Tersandung Hutang Perbankan (baguss)
INFOWONOGIRI.COM-KOTA-Pada 6 Oktober 2015 Ari Susanti meminjam uang Rp.100 Juta ke perorangan, berinisial HD warga Wonogiri. Jangka waktu 3 bulan. Sampai jatuh tempo urusan hutang piutang beres.

Pada 18 Maret 2016, Ari S kembali meminjam uang ke HD nominal Rp.150 Juta. Jangka waktu 5 bulan. Asal tahu, jasa bunga 5% perbulan.

Suatu ketika, 18 Agustus 2016 Ari hendak melunasi hutang dengan uang tunai Rp.155 Juta. Namun, oknum HD tidak bisa menunjukan dan tidak mau menyerahkan SHM atas namanya. Karena itu Ari urung melunasinya.

Belakangan, Ari sering diteror agar membayar bunga berjalan. Ari menolak. Keberatan. Perkembangannya kasus itu diadukan ke Polisi. Pelapor Wahyudiyanto Pinca BSS.

Wahyudiyanto menyatakan tidak melaporkan siapapun. Dia laporan telah kehilangan SHM no 222. “Saya tidak melaporkan siapapun,” katanya.

Terkait oknum Arm, Wahyudiyanto menyebut saat ini bukan karyawan BSS. Pernah menjadi karyawanya pada 2013-1015 sebagai Acount Officer (AO) BSS.

Terpisah HD menyatakan ia merasa sebagai terlapor. “Saya tidak berniat menguasai tanah dan rumah Ari Susanti,” katanya.

Staf BPN bagian sengketa, Heru mengemukakan pernah ada penerbitan Akta Pemberian Hak Tanggungan SHM a/n Ari Susanti. Sampai saat ini SHM tersebut masih di kantor BPN. Pihaknya tidak akan melepaskan SHM tersebut sebelum ada kepastian hukum dari Polres Wonogiri.

Kapolres Wonogiri AKBP RR Romondor SIK melalui Kasatreskrim AKP Eko Marudian SH.MH membenarkan ada aduan kasus itu. Kini pihaknya masih lidik. “Sedang kita tangani,” katanya. (baguss)

error: Content is protected !!