Pembobol Sindikat Western Union Berkat Identitas Palsu

0 198
Ariska pejabat Manajer Pelayanan Kantor Pos Wonogiri membeberkan hasil ungkap pembobol uang kiriman antar negara Western Union (WU)
Ariska pejabat Manajer Pelayanan Kantor Pos Wonogiri membeberkan hasil ungkap pembobol uang kiriman antar negara Western Union (WU)

INFOWONOGIRI.COM-KOTA-Terungkapnya kasus sindikat pembobol transfer uang antar negara, berkat kejelian petugas loket Kantor POS Wonogiri. Saat akan dilakukan transaksi petugas mencurigai kartu tanda penduduk (KTP) pelaku aspal (asli tapi palsu).

Selanjutnya, foto dalam KTP masing masing, diketahui sudah terdaftar sebagai sindikat buronan pembobol WU di bebagai Kantor Pos kota lain. Kemudian ketika ditanyai tempat tanggal lahir, dan kota kelahiran, mereka tholah-tholeh.

Petugas loket melaporkan ke pimpinan. Secepat kilat, Satreskrim Polres Wonogiri menangkapnya. “Dalam WU itu hanya muncul nama dan negara. Nah itu kiriman uang dari TKI Arab Saudi, atas nama J dan A, warga Wonogiri,” kata Ariska.

Dijelaskan salah satu pelaku pernah berhasil membobol WU di Kantor Pos Cabang Pracimantoro, dengan transaksi Rp.1,7 Juta. Sedangkan kemarin, mereka akan mencairkan masing masing Rp.7,3 juta dan 3,2 juta.

Kini pihak Kantor Pos dan Polres Wonogiri sedang menyelidiki cara pelaku memiliki nomor MTNC (money transfer control nomber) atau semacam PIN. Nah MTNC adalah salah satu syarat transaksi melalui WU. Nah nomor MTNC biasanya dari negara asal pengirim uang.

Setelah keduanya ditangkap. Komplotannya beroperasi di luar. Bersembunyi di dalam mobil APV. Begitu tahu kedua pelaku tertangkap, empat lainnya kabur. Beruntung polisi berhasil menangkapnya di Eromoko (40 KM dari Wonogiri).

Tiga orang lelaki dan dan 1 perempuan. Di dalam mobil itu berhasil diamankan mesin cetak dan komputer. Peralatan itu diduga untuk menyetak KTP aspal. Jajang informasinya pernah 6 kali berhasil membobol WU.

Kapolres Wonogiri AKBP Ronald Refli Rumondor melalui Kasubag Humas Polres Wonogiri AKP Gunawan sudah dikonfirmasi. Gunawan menyatakan masih dalam penyelidikan Satreskrim. “Kita menunggu perintah untuk diekspos,” katanya. (B5)

error: Content is protected !!