Ini Kronologis & Modus Penggelapan Dana Nasabah BMT KJKS Al Furqon

0 126
Terdakwa kasus penggelapan dana nasabah BMT KJKS Al Furqon Giritontro
Terdakwa kasus penggelapan dana nasabah BMT KJKS Al Furqon Giritontro

INFOWONOGIRI.COM-KOTA-Kronologis dan modus penggelapan yang dilakukan Wiharjanti Pengelola Pemasaran Bidang Permodalan Kantor Kas Paranggupito BMT KJKS Al Furqon Giritontro.

Kronologisnya, pada 1 Nopember 2008 Wiharjanti mendapatkan SK dari Manajer KJKS BMT Al Furqon diangkat sebagai Pengelola Pemasaran Bidang Permodalan Kantor Kas Paranggupito.

Tugas mencari nasabah penabung/peminjam uang ke BMT KJKS Al Furqon, menagih, administrasi calon/anggota BMT simpanan berjangka, angsur pinjaman, menulis buku kas masuk/keluar.

Tugas mencatat buku kas harian, mencari permodalan ke bank/lembaga keuangan/pihak ke 3 atas seijin pengurus, membuat neraca rugi/laba, menyimpan uang di brangkas. Setelah banyak penabung, terdakwa tidak menulis seluruh setoran dalam daftar nominatif dan dalam kas.

Uangnya malah digunakan sendiri. Antara lain milik Marjono Rp.10 juta. Wiharjanti menarik uang seolah atas nama sendiri Rp.15 Juta. Wiharjati juga membuat daftar fiktif penyaluran dana peminjam. Semua ditulis sendiri di formulir pengajuan.

Bahkan tandatangan pengajuan kredit ditandatangani terdakwa sendiri tampa sepengetahuan nasabah. Kemudian diajukan ke manajer. Setelah disetujui pembiayaan dicairkan, sehingga terdapat sisa Rp.81.868.038.

Terdakwa juga melakukan akad kredit ke Bank Syariah Solo sebagai pemberi pinjaman Rp.258.209.144. Uang itu untuk melunasi hutang ke Bank Mandiri Syariah Rp.152.225.000 dan dimasukkan ke BMT KJKS Al Furqon Rp.25 juta.

Sisanya Rp.80.984.144 dikuasai terdakwa. Terdakwa masih menggunakan Rp.22 juta dari hasil pinjaman ke BSM Solo.

Akibatnya BMT KJKS Al Furqon merugi Rp.187.852.182. Kas kosong. Saat nasabah ambil tabungan tak terlayani. Lalu lapor polisi. Asal tahu, kasus ini melibatkan banyak oknum. Tersangka lain menunggu giliran disidang. (baguss)

error: Content is protected !!