Pelajar Harus Jadi Pelopor Anti Kejahatan & Korupsi

0 121
Kasi Intel Kejaksaan Negeri Wonogiri Achmad Muclis menjadi pembina upacara bendera di SMAN 1 Wonogiri
Kasi Intel Kejaksaan Negeri Wonogiri Achmad Muclis menjadi pembina upacara bendera di SMAN 1 Wonogiri

INFOWONOGIRI.COM-KOTA-Kejaksaan Negeri Wonogiri mengajak pelajar di Kabupaten Wonogiri menjadi pelopor kejujuran, pelopor pemberantasan korupsi,  pemberantasan narkoba dan penegak anti kenakalan remaja di sekolah dan di lingkungan masyarakata masing masing.

Amanat tersebut disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Wonogiri Tri Ari Mulyanto yang dibacakan oleh Kasi Intel Kejaksaan Negeri Wonogiri Achmad Muclis pada upacar pengibadan bendera istimewa di SMAN 1 Wonogiri, Senin (7/3) di lapangan Sanggrahan Giripurwo Wonogiri.

“Amanat Kajari agar pelajar melaksanakan ajaran agama sebaik baiknya. Jadikan agama sebagai pedoman hidup sejak usia dini, dewasa sampai tua. Kami menghimbau pelajar menjadi pelopor kejujuran, anti korupsi, pemberantasan narkoba dan pergaulan sex bebas,” kata Achmad Muclis.

Di hadapan 1076 siswa, Kasek SMAN 1 Wonogiri Yuli Bangun Nursanti dan para tenaga pendidiknya, Achmad Muclis merasa bangga, karena salah jaksa muda di Korp Intel adalah alumni SMAN 1 Wonogiri. Yaitu Beni Prihanto. Beni Prihanto adalah alumni SMAN 1 Wonogiri tahun 2000.

“Saya turut bangga dan salut, di SMAN 1 Wonogiri ini ada bibit-bibit generasi pemimpin bangsa. Buktinya salah satu alumni sekolah ini, ada yang menjadi jaksa di Kejaksaan Negeri Wonogiri. Sekali lagi  SMAN 1 harus menjadi pelopor kejujuran, pelopor anti korupsi, jauhi narkoba,” tegas Muclis.

Karena lanjut Muchlis, narkoba sangat cepat menurunkan produktifitas belajar, bekerja dan biang penyakit masyarakat lainnya. Dia mengingatkan pelajar Wonogiri jangan terjerumus dengan Narkoba. Jangan mudah terbujuk rayu pengedar dan pengguna narkoba.

Pelajar diminta berani melaporkan ke pihak berwajib, setiap ada perilaku menyimpang baik guru, teman sekolah atau orang tua di sekolah atau di lingkungan masyarakat. Cukup kasus pencabulan guru terhadap murid di SDN Baturetno dan pembunuhan guru les terhadap muridnya di Bulukerto yang terakhir kali. Jangan terjadi lagi di tempat lain. (baguss)

error: Content is protected !!