SDN 6 Bero Sebagian Tertimbun Tebing Longsor

0 226
kegiatan kerjabakti warga setempat secara bergantian selama lima kali kedepan, diharapkan bisa menyingkirkan material longsoran.
kegiatan kerjabakti warga setempat secara bergantian selama lima kali kedepan, diharapkan bisa menyingkirkan material longsoran.

INFOWONOGIRI.COM-MANYARAN-Tebing longsor terjadi di Dusun Timoyo, Desa Bero, Kecamatan Manyaran Kabupaten Wonogiri, tepatnya terjadi di halaman belakang SDN 6 Bero. Tanah longsor tersebut terjadi dua kali, pada tanggal 8 dan 10 Februari 2016 lalu.

Material longsoran menerjang sebagian tembok gedung sekolah tersebut dari sisi utara. Pada Minggu (21/2) kemarin, warga masyarakat sekitar secara bergotong royong membersihkan material longsoran tanah yang mengenai gedung sekolah di sisi tebing.

“Kerja bakti membersihkan timbunan tanah dilakukan secara bertahap oleh warga masyarakatsetempat secara bergiliran dari tiap RT. Kerja bakti menggunakan peralatan seadanya,” kata Kepala SD Negeri 6 Bero Manyaran, Wakitun, S.Pd.

Wakitun merasa pihaknya masih merasa was-was jika sewaktu-waktu terjadi longsor susulan mengenai gedung sekolah. Mengingat posisi sekolah berada di lereng bukit yang labil dan di atasnya terdapat bongkahan batu relatif besar.

“Kami khawatir kalo anak lagi bermain di halaman belakang sekolah tertimpa longsoran. Kami selau mengingatkan anak anak agar berhati hati. Kami juga berharap ada perhatian dari pemerintah daerah,” jelasnya.

Sementara itu, ada wacana SD Negeri 6 Bero ini akan di-regroupingdengan SD yang lain. Namun orang tua siswa sepakat menolak dan tidak akanmenyekolahkan anaknya, jika diregruping. Dikarenakan letak SD lain cukup jauh jarak tempuhnya dari tempat tinggal warga setempat. Berjarak sekira 5.

“Siswa sini ada 29 siswa. Kelas I ada 4, kelas II ada 5, kelas III ada 6, kelas IV ada 6, kelas V ada 6 dan kelas VI ada 5. Jumlah siswa yang sedikit ini dikarenakan sebagian anak dan warga dusun sudah mengungsi menempati lokasi yang aman,” katanya.

Terpisah Kepala Dusun Timoyo Bero, Manyaran Sutino mengatakan ancaman tanah longsor masih menghantui warganya. Terlebih saat musim penghujan seperti saat ini. Ada warga yang sudah pindah rumah. Ada juga warga yang masih menetap. (Yan/baguss)

error: Content is protected !!