Membangun Nguntoronadi Mandiri

0 107
Drs H. Sudarmanto Leles MM (kanan berkacamata) menyerahkan pohon bungur kepada Sriyono SSos Kepala Kelurahan Beji Kecamatan Nguntoronadi disaksikan Forkompica setempat, Sabtu (20/2) di Pendopo Kecamatan Nguntoronadi.
Drs H. Sudarmanto Leles MM (kanan berkacamata) menyerahkan pohon bungur kepada Sriyono SSos Kepala Kelurahan Beji Kecamatan Nguntoronadi disaksikan Forkompica setempat, Sabtu (20/2) di Pendopo Kecamatan Nguntoronadi.

INFOWONOGIRI.COM-NGUNTORONADI – Kecamatan Nguntoronadi “ketinggalan jaman”, jika dibandingkan dengan 24 wilayah Kecamatan lain se Wonogiri. Baik tertinggal dalam bidang pembangunan infrastruktur, fasilitas umum, fasilitasn komunikasi maupun perkembangan wilayah perkotaan.

Padahal posisi geografis Kecamatan Nguntoronadi berada di wilayah yang tidak jauh dari Pemerintahan Kabupaten Wonogiri. Berjarak kurang lebih 20 Km dari pusat pemerintahan Kabupaten. Berada di jalur lalulintas Kabupaten Pacitan Jatim – Solo Jateng.

Nah dalam rangka mengejar ketertinggalan dari kemajuan jaman, sejumlah relawan asal Kecamatan Nguntoronadi maupun dari luar Nguntoronadi yang berasal dari Nguntoronadi bahu membahu memajukan wilayahnya.

Kelompok relawan itu dimotori oleh duet Drs H. Sudarmanto Leles dan Tantowi didukung oleh Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompinca). Sudarmanto Leles adalah warga kelahiran Nguntoronadi “kelelep”, yang tinggal di Jakarta karena tergusur pembangunan WGM.

Sedangkan Tantowi adalah warga Kelurahan Beji Kecamatan Nguntoronadi. Keduanya adalah motor dan fasilitator yang menggerakkan kelompok petani, karangtaruna, tokoh agama dan tokoh masyarakat (Togatomas), pelajar dan perangkat/aparat.

Kegiatan terbaru yang dilakukan oleh kelompok ini adalah Pencanangan Penanaman 1000 Pohon Bungur dilakukan pada Sabtu (20/2) di pendopo Kecamatan Nguntoronadi. Bibit pohon bungur secara simbolis diserahkan oleh Sudarmanto Leles kepada Lurah Beji Sriyono.

Sudarmanto Leles menjelaskan, alasan dipilihnya pohon bungur, karena pohon ini memiliki karakter bunga yang indah berwarna warni. Daunnya bisa bermanfaat sebagai toga (obat herbal) pencegah dan pengobat kolesterol.

Memiliki batang keras, akar kuat, bisa berfungsi sebagai penahan erosi dan sedimentasi. Juga bisa bermanfaat untuk peneduh jalan raya. “Bunganya sangat menawan. Saya membayangkan, empat lima tahun kedepan Nguntoronadi bisa indah seperti taman sakura di Jepang,” kata Leles.

Sudarmanto berharap secara berkelanjutan, masyarakat diminta terus menanam pohon yang berbunga dan atau yang berbuah di wilayah Nguntoronadi. Baik di pekarangan rumah sendiri, maupun di tepi-tepi jalan raya. Lebih jauh, dia berharap Nguntoronadi bisa maju dan mandiri, serta menjadi tujuan Desa Wisata.

Se-usai menanam pohon bungur di tepi-tepi jalan raya, Sudarmanto bersama rombongan mengunjungi sentra buah Naga di Desa Semin, Kelompok P2KP Melati di Desa Semin dan kunjungi Kelompok Petani Sapi di Kelurahan Beji.

“Kita juga punya tower radio di Beji untuk memancarkan siaran radio Gunung Gandul Link FM, juga sudah ada radio stremingnya. Taman baca, kegiatan seni dan budaya sudah lakukan dan telah berjalan sejak lama,” pungkasnya. (baguss)

error: Content is protected !!