Pengurus Koperpu Bancakan Tanah Negara

0 150
Tanah sabuk hijau yang dikapling-kapling untuk bancakan pegawai dan karyawan BBWS Bengawan Solo, dipotret dari atas bukit Gunung Belah Wonogiri
Tanah sabuk hijau yang dikapling-kapling untuk bancakan pegawai dan karyawan BBWS Bengawan Solo, dipotret dari atas bukit Gunung Belah Wonogiri

INFOWONOGIRI.COM-KOTA-Kawasan sabuk hijau (Gren Belt) di Dusun Petir Kelurahan Wuryorejo Kecamatan/Kabupaten Wonogiri telah dijualbelikan dengan harga relatif murah.

Tanah milik negara itu dijual dengan harga bervariasi antara Rp.3 Juta sampai dengan Rp.5,3 Juta per-kapling. Perbedaan harga tersebut ditentukan oleh strategis atau tidak posisi Kaplingan.

Jika posisi kaplingan tanah berda di tepi jalan utama (luas sekira 8m) maka harga perkapling Rp.5,3 Juta. Sedangkan jika posisi kaplingan tidak strategis maka harganya Rp.3 Juta perkapling. Ukuran kapling relatif sama, berkisar 150M2. Uang sebesr itu sebagai tanda jadi. Selanjutnya pembeli diwajibkan mengangsur sesuai kemampuan. Ketentuan besarnya angusan ini yang sedang dibahas di internal Koperpu.

Berdasarkan informasi dari salah satu warga Donoharjo Wuryorejo Wonogiri, kaplingan tanah tersebut dijual oleh oknum dan atau pengurus Koperasi Pekerjaan Umum (KOPERPU).

Kemudian tanah kapling sabuk hijau di tengah kota itu hanya dijualbelikan kepada anggota Koperasi Koperpu. Namun tidak semua anggota Koperpu dapat memiliki tanah tersebut. “Anggota Koperasi yang bisa membeli tanah kaplingan itu, paling muda anggota yang masuk tahun 2012. Anggota yang masuk setelah tahun itu sampai tahun 2016 belum bisa memiliki,” tandas salah satu pegawai Perum Jasa Tirta yang tidak mau disebutkan namanya.

Meski telah dibatasi jumlah calon pembeli, ternyata kuotanya tetap tidak mencukupi. Tanah milik negara yang dikapling-kapling itu seluas 60.000 M2. Telah di-iris-iris menjadi 400 kapling. Perkapling berukuran 150 M2.

Ternyata anggota yang berhak atau bisa membeli kaplingan tersebut lebih dari 500 orang karyawan. Maka dari itu, dikabarkan terjadi tarik ulur kepentingan antar pengurus dan atau anggota Koperpu bagaimana caranya membagi-bagikan “bancakan” tanah negara itu.

Walhasil, kabarnya, pengurus Koperpu akan mengundi siapa-siapa saja yang berhak mendapatkan tanah kapling milik negara itu.

Kepala TU Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Mujiono didampingi Kabag Kepegawaian dan Plh Kabag Umum Supriyanta, dan staf Humas Ari Budiharjo keberatan memberikan keterangan soal pengaplingan tanah negara seluas 60.000 M2 itu.

“Itu kewenangan pihak lain, itu bukan wilayah kami,” ujar Mujiono. Dia menyarankan agar konfirmasi kepada pengurus Koperpu. Tetapi sampai saat ini, pengurus Koperpu belum bisa dikonfirmasi. (baguss)

error: Content is protected !!