Diduga Terjadi Pencurian Tanah Negara Oleh Oknum Investor

0 121
kegiatan pembangunan jalan menuju rencana lokasi pembangunan pabrik kertas di Dusun Timang Desa Wonokerto Kec/Kab Wonogiri.
kegiatan pembangunan jalan menuju rencana lokasi pembangunan pabrik kertas di Dusun Timang Desa Wonokerto Kec/Kab Wonogiri.

INFOWONOGIRI.COM-KOTA-Diduga telah terjadi pencurian tanah aset negara oleh oknum investor yang berencana membangun pabrik di Dusun Timang Desa Wonokerto/Kecamatan Wonogiri.

Oknum tersebut diduga berada di balik nama perusahaan besar yaitu PT Sarana Bangun Perkasa yang bekerjasama dengan PT Prima Palquet Indonesia. Kabarnya, nama perusahaan itu se-pemilik dengan Hartono Mall Sukoharjo.

Tanah aset negara yang dicuri adalah seluas kurang lebih 1000m2 di sekitar Sungai Bengawan Solo dan Sungai Walikan wilayah Dusun Timang Desa Wonokerto, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri.

Lahan tersebut merupakan sabuk hijau (green belt) di bawah hulu Bendungan Serbaguna Waduk Gajah Mungkur berada di antara dua jembatan Timang dan Jembatan Walikan.

Tanah tersebut di bawah tanggungjawab Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

Indikasi pencurianya, pembangunan yang telah dimulai hampir sebulan ini, ternyata belum pernah meminta ijin kepada Kementrian PUPR Dirjen SDA maupun ke Kantor BBWS di Kartasura.

Kepala BBWS Yudhi Pratondo melalui Kepala Tata Usaha Mujiono dan Kepala Bagian Umum yang merangkap sebagai Kepala Plh Kepegawaian didampingi staf Humas Ari Budi Harjo menandaskan, bahwa Kantor BBWS tidak pernah menerbitkan, mengeluarkan dan atau memberikan rekomendasi atau ijin penggunaan lahan milik negara kepada PT Prima Palquet Indonesia maupun PT Sarana Bangun Perkasa.

“Kalau mau menggunakan tanah itu (sabuk hijau red) seharusnya ada rekomendasi BBWS. Harus seijin kita. Ijinnya nanti yang menerbitkan Pemerintah RI melalui Kementrian PU. Sampai sekarang belum ada permohonan,” tandas Mujiono. (baguss)

error: Content is protected !!