Menteri Keuangan Fasilitasi UKM ATBM Pekalongan

0 71
Direktur PT TIP Pekalongan Jamaludin menjelaskan produk tekstil Asli Tenun Bukan Tekstil (ATBM) kepada rombongan Wamenkeu, Selasa (22/12) di pabrik PT TIP
Direktur PT TIP Pekalongan Jamaludin menjelaskan produk tekstil Asli Tenun Bukan Tekstil (ATBM) kepada rombongan Wamenkeu, Selasa (22/12) di pabrik PT TIP

INFOWONOGIRI.COM-NASIONAL-Menteri Keuangan Bambang Brodjoenegoro menugaskan wakilnya, Mardiasmoro mengunjungi PT Tektil Industri Palekat, Selasa (22/12) di Jl Raya Watu Salam Desa Watusalam Kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan.
Enny Listyorini dalam rilisnya mengemukakan, Menteri Keuangan tidak bisa hadir karena mendadak dipanggil Presiden RI. Kungker Wakil Menteri Keuangan RI dalam rangka penugasan khusus kepada LPEI / IEB (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia / Indonesia EximBank) untuk mendukung paket kebijakan ekonomi pemerintah tahun 2015 di Pekalongan.
LPEI/IEB senantiasa melaksanakan mandat dari pemerintah atas penugasan khusus National Interest Account (NIA) untuk menyediakan pembiayaan expor nasional dalam bentuk pembiayaan, penjaminan dan asuransi ekspor kepada transaksi / proyek yang secara komersial sulit dilaksanakan tetapi dinilai penting dan strategis bagi pertumbuhan ekonomi dan kinerja ekpor nasional. “Itu sesuai PMK nomor 134/PMK.08/2015 dan termasuk di dalam paket kebijakan ekonomi pemerintah tahun 2015,” jelas Enny Listyorini selaku Sekretaris Lembaga Indonesia Exim Bank.
Mardiasmoro memantau pelaksanana program secara langsung dan berdialog dengan pelaku usaha yang mendapatkan fasilitas pembiayaan. Kunjungan tersebut merupakan lanjutan kungker Menkeu Bambang Brodjonegoro 10 Desember di Gresik Jatim.
Implementasi NIA ditunjukkan dalam rangka ketahanan usaha dan pencegahan pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk pelaku usaha UMKM, khususnya di sektor furnitur. Wamenkeu juga ikut menyaksikan penandatangan prinsip pemberian fasilitas antara Indonesia Eximbank kepada pelaku usaha UMKM yang merupakan bagian dari total alokasi dana sebesar Rp.700 milyar dengan jangka waktu penugasan sampai 31 Desember 2016. Sesuai pada keputusan menteri keuangan KMK no 1321/KMK.08/2015 sektor furnitur menjadi salah satu dari empat sasaran sektor usaha yang dapat difasilitasi. Sektor lain adalah industri tekstil/garment. Di mana setiap pelaku ekspor paling banyak menerima fasilitas sebesar Rp.50 milyar. (nano-baguss)

error: Content is protected !!