Guru PNS SMKN 2 Dilaporkan ke Panwas

0 139
Kasek SMKN 2 Riyanto
Kasek SMKN 2 Riyanto

INFOWONOGIRI.COM-KOTA-Guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) dinas di SMKN 2 B Wonogiri berinisial AR (Agus Riyanto, red) dilaporkan ke Panwas Kabupaten Wonogiri.

Pelapornya adalah Martanto tim Advokasi Paslon Bupati-Wakil Bupati nomor urut 2 Joko Sutopo dan Edi Santosa.

Martanto menuduh AR telah mengarahkan atau menyuruh beberapa siswa untuk mengajak orang tuanya agar memilih paslon Bupati tertentu.

Peristiwa tersebut terjadi Selasa (17/11) pukul 15.00 WIB s/d 17.00 WIB. Saksi-saksi yang diusulkan pelapor adalah Setyo Sukarno Sekjen DPC PDI-P yang juga Ketua Tim Sukses Paslon Nomor urut 2, Mas Jekek-Edi Santosa.

Saksi-saksi lain yang diusulkan pelapor adalah 5 orang siswa berinisial IY, TM, SH, AW, dan TP. Kelima calon saksi adalah siswa kelas XII Teknik Sepeda Motor (TSM) B SMKN 2 Wonogiri.

Kronologisnya, pada hari itu, kelima calon saksi mengikuti peajaran tambahan matematika. Di sela-sela pelajaran siswa dipanggil Agus Riyanto ke Bengkel. Di sana ditanyai soal Bantuan Siswa Miskin (BSM).

Pada kesempatan itu, pelapor menyebut, Agus Riyanto berjanji akan mencarikan BSM untuk para calon saksi tersebut. Dengan syarat pada 9 Desember orang tua siswa memilih Paslon Bupati tertentu.

Ketua dan anggota komisioner KPU sudah dikonfirmasi. Tetapi tidak ada di tempat. Staf Panwas bidang penerimaan pelaporan Maryanto menyatakan telah menerima laporan resmi, berupa formulir model A-1 (formulir resmi pelaporan).

Terpisah Kasek SMKN 2 Riyanto menyatakan pihaknya telah klarifikasi kepada terlapor. Menurut AR, pihaknya tidak mengakui melakukan kampanye mengarahkan siswa-siswinya. “AR (Agus Riyanto) tidak mengakui telah mengarahkan siswanya untuk memilih Paslon Bupati,” kata Riyanto.

Riyanto menegaskan, sejak menjelang Pilkad pihaknya telahg menghimbau guru PNS/swasta, karyawan dan siswa-siswinya untuk netral dalam Pilkada. “Netralitas PNS harus dijaga,” tegas Riyanto.

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri H. Siswanto mengemukakan, bahwa pihaknya sudah mendapatkan informasi laporan tersebut. Tetapi, belum bisa memastikan ada pelanggaran atau tidak pada perbuatan terlapor. “Masih perlu diuji secara hukum, apakah laporan itu benar atau tidak benar. Benar atau salah itu adalah perbuatan oknum, bukan institusi,” tegas Siswanto.

Sayang Agus Riyanto tidak berhasil dikonfirmasi. SMS maupun tilpon tidak terbalas. (baguss)