Tersangka Pingsan Saat Rekonstruksi Pembunuhan

0 160
ribuan masa menyemut di lokasi rekonstruksi kasus pembunuhan di rumah tersangka Rian Fajar Santosa, Rabu (21/10) di Bulukerto Wonogiri.
ribuan masa menyemut di lokasi rekonstruksi kasus pembunuhan di rumah tersangka Rian Fajar Santosa, Rabu (21/10) di Bulukerto Wonogiri.

INFOWONOGIRI.COM-BULUKERTO-Tersangka kasus pembunuhan sadis Riki Fajar Santosa (29th) sempat taksadarkan diri saat rekaulang (rekonstruksi) kasus pembunuhan terhadap Arif Murdika (9th) anak lelaki siswa kelas 3 SDN 3 Bulurejo Kecamatan Bulukerto Wonogiri, Rabu (21/10) di Desa Bulurejo Kecamatan Bulukerto Wonogiri.

Tersangka diduga mengalami trauma atau syok sesaat setelah dia memerankan sendiri adegan reka ulang pembunuhan di kamar mandi dan kamarnya, dan adegan tersangka menyetubuhi korban melalui anusnya (dubur) dalam posisi korban sudah tewas. Posisi korban digantikan dengan boneka. Namun kemudian tersangka siuman.

Adeganpun rekonstruksi ini total ada 29 adegan, ditambah empat adegan di luar rumah. Rekonstruksi diperangkan tersangka. Posisi korban digantikan dengan boneka. Rekonstruksi ini dimpimpin oleh Kabag Ops Kompol Agus Jaka dan dihadiri Kasatreskrim AKP David Manurung, jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Wonogiri dengan dukungan 180 personil Polres dan Polsek Jajaran.

Kapolres Wonogiri AKBP Windro Akbar Panggabean melalui Kabag Ops Kompol Agus Jaka mengemukakan, rekonstruksi ini bertujuan untuk membuat gambar reka ulang sebuah kasus agar terang benderang. “Banyaknya personil untuk mengamankan proses rekonstruksi, dan karena lokasi rekonstruksi terpencar,” kata Agus Jaka.

Rekonstruksi diperankan langsung oleh Rian Fajar Santoso. Sedangkan korban digantikan dengan benda mati berupa boneka. Beberapa adegan, di ruang tamu, di kamar mandi, di kamar tidur, di halaman, di pekarangan, di sungai dan di bawah jembatan tempat pembuangan mayat korban. Di dalam ruangan adalah adegan ekskusi. Sedangkan di luar rumah, adegan mengambil kayu, menggantung pakaian dan memukulkan kayu di dada korban.

Proses rekonstruksi menyita perhatian warga masyarakat. Ribuan orang berduyun duyun datang menyaksikan rekonstruksi ini. Secara umum proses rekonstruksi berjalan lancar aman dan terkendali. “Tadi tersangka sempat pingsan, karena menyesali perbuatanya,” kata Kasatreskrim David Manurung. (nano/baguss)

error: Content is protected !!