Jurkam JOS Curigai TNI dan Polri Taknetral

0 68
Peserta Konsolidasi kader dan simpatisan Paslon Joko-Sutopo Kamis (15/10) di Slogohimo
Peserta Konsolidasi kader dan simpatisan Paslon Joko-Sutopo Kamis (15/10) di Slogohimo

INFOWONOGIRI.COM-SLOGOHIMO-Juru kampanye (Jurkam) Paslon Bupati-Wakil Bupati Joko Sutopo-Edi Santosa, Joko Purnomo mencurigai, ada oknum TNI, Polri dan PNS tidak netral, dan cenderung membantu pemenangan Paslon Bupati-Wabup Hamid Noor Yasin.

Tudingan tersebut disampaikan Anggota DPRD I Provinsi Jateng Joko Purnomo, Kamis (15/10) di RM Fajar Slogohimo, pada acara Konsolidasi kader dan simpatisan PDI-Perjuangan se Kecamatan Slogohimo.

“Saya tahu, tidak hanya PNS yang tidak netral. Juga ada TNI dan Polri yang juga membantu calon Bupati lain, di sini di Slogohimo. Tapi bukan anggota TNI dan Polri Wonogiri,” kata Jurkam dan juga pengurus DPD PDI-P Provinsi Jateng.

Karena itu, Joko meminta kader dan simpatisan Joko Sutopo wajib mengawasi dan berani melaporkan manakala menemukan pelanggaran yang dilakukan PNS, TNI dan Polri.

Joko berani menjanjikan hadiah uang bagi siapapun yang menemukan pelanggaran di kubu Hamid-Wawan. “Saya kasih hadiah Rp.500.000 bagi yang menemukan pelanggaran yang dilakukan oleh tim paslon bupati-wabup nomor 1. Harus ada bukti foto dan rekamannya. Kan sudah punya HP yang ada fotonya (kamera),” tandas Joko.

Dia menambahkan, jika menemukan bukti pelanggaran yang dilakukan oleh PNS, TNI dan Polri, maka Joko menjanjikan uang hadiah Rp.1.000.000. “Ini sayembara bagi siapa saja, lumayan kan, sudah Rp.1.500.000,” katanya.

Joko kemudian memberikan motifasi kepada para kader. Bahwa pertarungan Pilkada Wonogiri sangat sengit, kian memanas. Tidak hanya pertarungan Paslon Joko-Edi versus Wawan-Hamid, tetapi pertarungan ideologi nasionalis dan agamis. Juga pertarungan kader “Kandang Banteng” dengan “Banteng Liar”. Wawan Setya Nugraha dinilai sebagai kelompok banteng liar. Di Slogohimo, Joko Purnomo juga mencurigai kader Kandang Banteng ada yang beralih menjadi Banteng Liar. Joko menyebut seseorang itu adalah Sri Widiatmoko.

Karena itu kader Kandang Banteng harus militan. “Masa Banteng kalah sama Kader Sapi,” tegasnya di hadapan ratusan kader-simpati Paslon nomor urut 2. Kalau tidak mau kalah, Joko meminta kader dan tim sukses bertanggungjawab memenangkannya pada Pilkada 9 Desember mendatang.

Joko tidak main main dalam perkara ini. Karena itu, dia meminta komitmen kader dan simpatisan dibuktikan dengan cap jempol darah. “Siap! Siap! Siap,” tegas Joko disambut siap para kader. Kader menyambut siap! Namun cap jempol darah di atas kain kaffan ditunda pada kesempatan lain. (baguss)

error: Content is protected !!