Begini Caranya Mengatasi Kelangkaan Air Di Paranggupito

0 145

IMG-20151012-WA0014

INFOWONOGIRI.COM-PARANGGUPITO-Sekitar 200 Kepala Keluarga (KK) atau kurang lebih sekitar 500 jiwa warga Dusun Grimbal, Kloposari Nongosari Desa/Kecamatan Paranggupito kini taklagi kekurangan air, meski musim kemarau sekalipun.

Sebab penduduk setempat telah mempunyai sumber mata air, yang diprediksi mengalir terus meski musim kemarau berkepanjangan. Mata air itu dari sumber Banyutowo di Dusun Bandungan Desa/Kecamatan Paranggupito.

Kepala Dusun Grimbal, Sugeng mengatakan, sumber mata air itu sesungguhnya telah ada sejak leluhur penduduk setempat bermukim. Hanya saja selama ini, tidak ada sarana prasarana yang memadai untuk mengangkat dan menyalurkan air tersebut.

Sejak beberapa hari terakhir, warga setempat telah membangun (memasangi) jaringan air bersih (JAB) dari sumber mata air ke rumah penduduk di tiga dusun. Yaitu dusun Grimbal, Kloposari dan Nongosasi.

Warga tiga dusun pulang seusai mengikuti acara penyerahan bantuan Jaringan Air Bersih (JAB) di Dusun Grimbal Desa/Kecamatan Paranggupito, Senin (12/10).
Warga tiga dusun pulang seusai mengikuti acara penyerahan bantuan Jaringan Air Bersih (JAB) di Dusun Grimbal Desa/Kecamatan Paranggupito, Senin (12/10).

JAB ini merupakan bantuan dari BI Cabang Surakarta, difasilitasi oleh Baitul Maal Hidayatullah (BMH) dan Anggota DPRD II Wonogiri utusan dari Paranggupito, Sriyanto. Penyerahan simbolis JAB dilaksanakan Senin (12/10) di rumah Suprapto.

Disaksikan oleh perwakilan dari BI Surakarta Endang, didampingi oleh Suyatman utusan dari BMH Surakarta dan lembaga Badan Amil Zakat Nasional. Sekalian pengajian akbar menyambut tahun baru Hijriyah 1437.

Hadir Camat Paranggupito Haryanto, Kepala KUA Sutekdjo, Anggota DPRD II dari Paranggupito Sriyanto dan ratusan warga setempat. Endang berpesan, agar JAB itu bermanfaat bagi kemaslahan umat.

Beliau meminta agar mengimformasikan perkembangan JAB disumbangkan. “Jika ada kendala segera informasikan,” kata Endang.

Sementara Camat Paranggupito menandaskan, bawha bantuan air dari mana mana selalu berdatangan, tatkala musim kemarau. Namun bantuan tersebut hanya menolong sesaat. Tidak ada bantuan yang bersifat permanen.

“Bantuan seperti inilah (bersifat permanen) yang kami harapkan,” tandas Haryanto. (bgs-sct)

error: Content is protected !!